indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kebakaran di Pemondokan, Jemaah Haji Panik

Kebakaran di Pemondokan, Jemaah Haji Panik

Ribuan umat muslim berdoa di Jabal Rahma, Padang Arafah, saat melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji (5/11). REUTERS/Ammar Awad

TEMPO.CO, Semarang - Pemondokan Haji di Hotel Barakat Andaulus Madinah yang digunakan menginap para calon jemaah haji Indonesia hampir terbakar pada Kamis malam, 27 September 2012, pukul 22.05 waktu setempat atau 02.05. Kebakaran yang terjadi di kamar 509 dan 510 sempat membuat jemaah panik.

“Para jemaah haji yang panik berhamburan keluar dari tempat pemondokan,” kata Anggota Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelengara Ibadah Haji (TP4H) Jawa Tengah, Khafidz Sirotudin, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat, 28 September 2012.

Total jemaah haji Indonesia yang tinggal di hotel itu sebanyak 1.200 orang, yang terdiri dari 750 orang jemaah asal embarkasi Donohudan, Solo. Sisanya, sebanyak 450 orang berasal dari embarkasi Jakarta.

Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Tengah itu menambahkan, kebakaran terjadi akibat korsleting jaringan listrik AC di lantai lima hotel tersebut. "Korsleting tersebut menimbulkan percikan api dan asap tebal di kamar 509 dan 510, yang diikuti dengan suara alarm yang meraung-raung," kata Khafidz. Namun, dalam waktu singkat, teknisi elektrik dari pihak hotel dapat menangani masalah itu.

Saat kejadian, kata Khafidz, banyak jemaah yang lari keluar hotel menggunakan tangga darurat. Kondisi menjadi semakin tegang lantaran ada jemaah haji yang teriak-teriak dari lantai lima. Akibat kejadian itu, beberapa jemaah mengaku trauma sehingga takut kembali ke kamar. Mereka memilih tidur di sofa di lobi hotel dan mengungsi ke Masjid Nabawi hingga subuh.

"Meski akhirnya dapat ditangani oleh teknisi elektrik dari pihak hotel, namun masih meninggalkan trauma bagi sebagian jemaah," kata Khafidz.

Setelah kebakaran, ketua kloter dan beberapa kepala rombongan menuntut pengelola hotel membuat pernyataan tertulis untuk menghindari hal itu terulang. “Pihak hotel menyetujui untuk menjamin keamanan dan bertanggung jawab jika kejadian serupa terulang,” kata Khafidz.

ROFIUDDIN

Berita Terpopuler

Begini Modus Pencurian Bagasi Pesawat

Dianggap Tak Tegas, SBY Panen Pujian di Luar Negeri

Siswanya Ditangkap, Kepala SMAN 70 Datangi Polisi

Hantu Tahanan Perang Dunia II Muncul di Borneo?

SBY Belum Berniat Panggil Kapolri

Pesan Garin Nugroho untuk ''Mas Jokowi''




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan