indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kronologi Kereta Anjlok di Stasiun Cilebut

Kronologi Kereta Anjlok di Stasiun Cilebut

Kereta Rel Listrik Commuter Line jurusan Bogor-Jakarta mengalami anjlok di Stasiun Cilebut, Bogor. foto: Arie Surbakti

TEMPO.CO, Jakarta -- Kereta rel listrik commuter line jurusan Bogor-Jakarta anjlok pagi ini. Seorang saksi mata, Ria Tanjung Pura, 42 tahun, menuturkan, kereta mendadak miring menjelang memasuki Stasiun Cilebut, Bogor.

"Dari peron, saya melihat laju kereta sudah tidak stabil," kata Ria, Kamis, 4 Oktober 2012. Ia menceritakan, laju gerbong satu dan dua berjalan lancar saat memasuki jalur satu.

Namun situasi langsung berubah ketika gerbong tiga mencoba masuk ke jalur satu. Tiba-tiba, kata Ria, gerbong tiga oleng dan langsung terhenti di antara jalur satu dan dua. "Posisinya jadi melintang dan sempat menabrak sebuah pos kecil tempat pemeriksaan karcis," ujarnya.

Dari pengakuannya, hanya gerbong tiga yang anjlok. Sementara gerbong sisanya berada dalam kondisi normal. Melihat kejadian itu, para penumpang langsung panik dan lari berhamburan. Beruntung, tidak ada korban dari peristiwa itu, padahal kereta dipadati oleh penumpang.

Ria yang bekerja di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku kaget. "Baru kali ini saya melihat kereta anjlok," serunya.

Kemudian bersama puluhan penumpang lainnya, Ria tetap memilih melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan naik KRL commuter line dari Stasiun Bojong Gede. Ia menyebutkan, pihak stasiun sudah mengumumkan bahwa kereta dari arah Jakarta hanya berhenti sampai di Stasiun Bojong Gede.

Sebelumnya, juru bicara PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rijalulhaq, mengatakan, kereta anjlok sekitar pukul 06.15. Hingga kini, petugas masih melakukan evakuasi dan belum diketahui penyebabnya.

ADITYA BUDIMAN

Berita Lainnya:
Jokowi Juga Populer di Malaysia
Kecanduan Internet Masuk Daftar Penyakit Psikologi
Sakit Hati, Foto Bugil Kekasih Disebar ke Facebook
Cara Putri Gus Dur ''Merayu'' Djoko Susilo
Bibit Waluyo: Saya Bukan Bajing Loncat
Survei: Jokowi Calon Gubernur Jawa Tengah Pilihan

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Sudah ada KPK, korupsi makin jadi .... (Obatnya kurang manjur atau dosisnya???) : cek website www.GETAFREEDOM.web.id
0
0
Lebih baik PT KAI bersinergi dengan pihak lain untuk mewujudkan transportasi alternatif selain kereta listrik (commuter line/ekonomi) agar beban saat ini tidak berlebihan. Terlihat jelas bahwa PT KAI masih kewalahan mengurusi transportasi massal satu-satunya di Jabodetabek saat ini. PT KAI mungkin bisa melakukan investasi di rumah susun murah (ide Jokowi) atau investasi ke trasnportasi alternatif lain. Dibanding konsentrasi ke target penumpang yang hingga saat ini belum terlihat usaha PT KAI memperbaiki sarana prasarana yang layak. Yang terlihat hanya membeli gerbong.
Wajib Baca!
X