KPK Lengang, 4 Mobil Polisi Masih Berjaga

KPK Lengang, 4 Mobil Polisi Masih Berjaga

Sejumlah aparat dari Kepolisian mendatangi KPK, Jakarta, (5/10). Pihak kepolisian yang mendatangi KPK belum mendapatkan izin bertemu penyidik Polri yang di KPK hingga pimpinan KPK tiba. ANTARA/Rosa Panggabean

TEMPO.CO, Jakarta - Seusai upaya Markas Besar Kepolisian RI menangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, malam kemarin hingga Subuh, kantor KPK tampak lengang, Sabtu pagi, 6 Oktober 2012. Hanya ada satpam yang berjaga dan beberapa awak media nasional. Tampak empat mobil polisi di depan Gedung Jasa Raharja, sebelah kantor KPK.

Menurut pantauan Tempo, hanya ada lima polisi yang berada di luar gedung. Selain itu, ada sisa sampah dan bekas ban dibakar waktu demonstrasi memberi dukungan kepada KPK, Jumat kemarin. Suasana sepi setelah masyarakat pendukung pemberantasan korupsi bubar jalan menjelang Subuh.

Sebelumnya, Kepolisian berusaha menciduk Novel dengan menggeruduk gedung KPK, tempat Novel bekerja. Usaha ini digagalkan Ketua KPK Abraham Samad bersama anggota lain seperti Bambang Widjojanto. Bahkan, kalangan penggiat anti korupsi serta aktivis mahasiswa ikut membentengi gedung KPK dari penggerebekan polisi.

Novel dituduh menganiaya enam pencuri walet sehingga menyebabkan meninggal pada 2004. Kala itu, Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal pada polres di Polda Bengkulu. Kepolisian Daerah Bengkulu mencoba menangkap Novel di KPK semalam. Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bengkulu, Komisaris Besar Dedy Irianto, menuding Novel menembak tersangka yang terlibat kasus pencurian. Dedy juga membantah penangkapan Novel sebagai bentuk kriminalisasi KPK.

Sedangkan pimpinan KPK menduga tuduhan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap penyidiknya. Sebab, Novel adalah penyidik berbagai kasus besar korupsi, seperti kasus korupsi simulator kemudi. Kemarin, Novel juga yang memeriksa tersangka simulator kemudi, Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Pengangkatan penyidik tetap KPK bermula ketika Polri tidak memperpanjang masa tugas 20 penyidiknya di Komisi. Sebanyak 15 orang memilih kembali. Lima lainnya memilih bertahan di KPK.

Meskipun Polri membantah, penarikan penyidik itu diduga terkait dengan kasus simulator kemudi yang sedang diusut KPK. Komisi sudah menetapkan dua jenderal polisi sebagai tersangka, yakni Inspektur Jenderal Djoko Susilo dan Brigadir Jenderal Didik Purnomo.

SUNDARI

Berita lain:
Dikriminalisasi, KPK Tak Gentar Usut Simulator SIM

Novel Sudah Diangkat Jadi Penyidik Tetap KPK

KPK Bentuk Tim Hukum untuk Bela Novel

KPK Cari Tahu Peran Kapolri dari Djoko Susilo

Penyidik Kasus Djoko Susilo Ditangkap

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
PADAHAL KPK NGAK MEMERLUKAN 4 MOBIL KEPOLISIAN .
0
2
Pak Dedy Irianto apapun celotehan bapak rakyat ngak akan percaya tetapi kalau bapak diperintah atasan bapak untuk melakukan kriminilisasi KPK pasti masyarakat percaya. Ingat pak negara ini butuh Polisi yang punya integritas, masa bapak mau disuruh dan bapak pasti tau barang siap yang menghalangi-halangi pemberantasan korupsi bisa dipidanakan ????.
Wajib Baca!
X