Ahok: Saya Satu Langkah di Belakang Pak Jokowi

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). ahok.org
Grafis Terkait
Foto Terkait
Video Terkait
TEMPO.CO, Jakarta - Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 pada Senin, 15 Oktober 2012. Menyambut hari penting ini, Basuki mengaku siap lahir batin.
"Saya siap," ujar pria yang akrab disapa Ahok ini saat menjawab telepon Tempo, Ahad, 14 Oktober 2012.
Menurut Ahok, posisinya adalah sebagai wakil gubernur, mendampingi Jokowi. "Saya ada satu langkah di belakang Pak Jokowi," katanya. Ia menjelaskan pernyataannya. "Tidak ada kan, SK (Surat Keputusan) Wakil Gubernur, yang ada SK Gubernur. Jadi, saya cuma mendukung."
Pasangan ini juga tak mengatur pembagian tugas secara khusus. Semua dilakukan menurut konstitusi. Wakil Gubernur akan mengurus birokrasi, termasuk menindaklanjuti hasil kerja inspektorat. "Istilahnya jaga kandang," katanya. Namun, Ahok akan menangani masalah budaya.
Soal budaya dan keragamannya, Ahok sadar ia akan berhadapan dengan beberapa kelompok organisasi masyarakat Islam yang selama ini menunjukkan resistensi. "Sebagai pejabat, saya akan berusaha melayani masyarakat tanpa melihat latar belakang SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan)," katanya.
Ahok menceritakan kala masih menjabat sebagai Bupati Belitung Timur ia pernah memimpin panitia penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Bangka Belitung pada 2006. Ahok, yang pemeluk Nasrani, didapuk menjadi pembuka lomba mengaji itu.
Ahok mengaku bakal merangkul umat muslim dan pemeluk agama lain. "Saya berpedoman pada undang-undang. Kalau ada yang tetap menolak saya (karena agama), menangi Pemilu 2014, ubah konstitusi," katanya.
Adapun massa Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan kantor DPRD DKI Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2012. Mereka menolak Surat Keputusan Gubernur yang salah satunya mengatur soal jabatan lembaga Islam dipegang Wakil Gubernur.
Menurut dia, tidak mungkin calon wakil gubernur terpilih, yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memegang jabatan lembaga Islam. "Misalnya, Badan Amil Zakat atau Islamic Center nanti dipegang Ahok yang bukan beragama Islam. Kan, tidak mungkin."
FPI meminta DPRD mengubah SK tersebut menjadi peraturan daerah. "Kami minta direvisi, untuk nantinya jabatan lembaga Islam dipegang gubernur, sekda, atau kepala dinas," ujarnya.
PINGIT ARIA
Berita Lainnya:
Jokowi Lanjutkan Proyek Warisan Foke
Wawancara Jokowi: Kuncinya Redesain Tata Ruang
Kronologi Suami Bakar Istri di Duren Sawit
Panwaslu Maklumi Sikap Polisi Tak Lanjutkan Kasus
Sering Bertengkar, Suami Nekat Bakar Istri
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Pecat Stramaccioni, Inter Tunjuk Mazzarri
- FOTO: Jessica Alba Tampil Glamor di Singapura
- Ke Luar Angkasa Bareng DiCaprio Habiskan Rp 14,5 M
- Ada Es Krim Rasa Burung di Jepang
- Fatin Menang X-Factor Ramai di Twitter
- Sukotjo Akui Pernah Setor ke Irwasum Polri Rp 1 M













