Polisi Didesak Usut Penyebar Foto Syur Novi Amilia

Polisi Didesak Usut Penyebar Foto Syur Novi Amilia

Novie Amelia. zimbio.com

TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia perjuangan Eva Sundari meminta Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia diminta mengusut pengedar foto-foto syur Novi Amilia selama berada di tahanan kepolisian.


Sebelumnya, beredar di dunia maya sejumlah foto seorang wanita yang mirip Novi hanya mengenakan bra berwarna biru dan berpose syur. Di wajahnya masih ada luka tabrakan. Tatapan matamya sayu.Foto-foto yang beredar di dunia maya ini diduga diambil setelah Novi diamankan oleh polisi setelah ia menambrak tujuh orang karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, Kamis malam pekan lalu. Di beberapa foto tampak kedua tangan Novi diborgol.

Beredarnya foto tersebut menunjukkan pengawasan terhadap Novi sangat lemah. Polisi diminta mengawasi Novi dengan ketat agar tidak kembali dilecehkan.

"Saya menuntut Polri menyelidiki pelaku pengambilan foto dan yang mengedarkannya," kata di Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2012. Eva menyesalkan beredarnya foto-foto yang diambil selama dia berada di dalam tahanan kepolisian.

Eva menyatakan, peredaran foto tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap Novi. Bahkan, kata dia, ada kemungkinan foto tersebut diambil sendiri oleh anggota kepolisian. "Sebab mereka yang punya akses langsung terhadap tahanan," katanya.

Dia menyayangkan, tahanan perempuan di lingkungan Polri mengalami pelecehan seksual. Dalam kasus ini, Polri dinilai tidak mengintegrasikan perspektif HAM dalam menjalan tugasnya. Eva menegaskan, perempuan berhak dilindungi dari pelecehan dan dijaga martabatnya.

Menurut dia, Novi belum sepenuhnya sadar dari pengaruh obat-obatan sehingga tidak bisa mejaga diri sendiri. Karena itu, dia berhak mendapatkan perlindungan berlapis termasuk dijaga kehormatannya. "Adalah ironis, Novi menjadi obyek tontonan dan pelecehan seksual," kata dia.

Karena itu, dia menuntut polisi menyelidiki pelaku pengambil gambar karena termasuk kejahatan dunia maya. Eva mendesak agar pelaku dan pembiaran terhada peredaran diproses sesuai kode etik Polri. Selain itu, Eva meminta agar Novi diawasi oleh Polwan untuk memastikan tidak ada pelecehan selama Novi di tahanan. Selain itu, Eva menegaskan bahwa Kapolri seharusnya sadar isu gender merupakan persoalan serisu di tubuh Polri.

WAYAN AGUS PURNOMO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X