indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Yuk, Persiapkan Wukuf dengan Baik

Yuk, Persiapkan Wukuf dengan Baik

Ribuan umat muslim berdoa di Jabal Rahma, Padang Arafah, saat melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji (5/11). REUTERS/Ammar Awad

TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar sepuluh hari lagi seluruh umat Islam yang melaksanakan ibadah haji akan menunaikan kegiatan utama mereka, yaitu wukuf di Padang Arafah. Wukuf dilaksanakan saat siang hari pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriah. Wukuf ini dilakukan di padang luas di sebelah timur di luar kota Mekah, Arab Saudi. Di daerah terbuka yang gersang tanpa bangunan inilah seluruh umat muslim berdiam diri dan berdoa selama beberapa berjam-jam.

Demi kelancaran pelaksanaan ibadah wukuf, tidak ada salahnya para jemaah haji melakukan persiapan. "Hari-hari di Arafah dan Mina merupakan puncak ibadah, puncak kegiatan, juga puncak kelelahan, serta biasanya disertai tingginya angka jatuh sakit," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, melalui surat elektroniknya, Rabu, 17 Oktober 2012.

Tjandra pun membagi tips yang harus dipersiapkan sebelum pelaksanaan wukuf, yaitu:

1. Menyiapkan tenaga di hari-hari sebelum wukuf.
Caranya, istirahat yang memadai dan mengurangi kegiatan yang tidak terlalu perlu agar ibadah pada hari-hari Arafah Mina dapat dijalani dengan optimal
2. Mempersiapkan obat-obatan yang akan dibawa ke Arafah dan Mina
3. Mengetahui dengan pasti rencana jadwal perjalanan, terutama jam keberangkatan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ini diperlukan agar jemaah haji tetap bersama rombongan.
4. Mengenal lokasi yang akan didatangi di Arafah dan di Mina
5. Mencari informasi tentang lokasi pelayanan kesehatan terdekat di Arafah dan Mina, terutama di tenda-tenda tempat menginap. Menurut Yoga, selain pelayanan di kloter Kementerian Kesehatan juga menbuka pos kesehatan baik di Arafah maupun di Mina, lengkap dengan dokter spesialis serta peralatan kesehatan lapangan.
6. Mengetahui dimana lokasi pelayanan kesehatan di sekitar tempat melontar jumroh, terutama di sepanjang perjalanan dari tenda menginap ke lokasi tempat melontar jumroh.
7. Kenali tanda-tanda yang menunjukkan pos kesehatan dan juga pos kesehatan lain yang ada.
8. Berkonsultasi dengan petugas kesehatan kloter tentang persiapan kesehatan apa yang diperlukan menjelang hari-hari di Arafah dan Mina.

CHETA NILAWATY



Terpopuler:
Kota Batu Tolak Hewan Kurban Asal Jateng dan Jabar

Dinyatakan Stres, Tiga Calon Haji Gagal Berangkat

Indonesia Kekurangan Tenaga Medis Haji

Bandung Targetkan 30 Ribu Hewan Kurban Sehat

Menteri Perhubungan Usul Kereta Pengangkut Sapi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan