1250 TKI Bermasalah di Arab Saudi Dipulangkan

1250 TKI Bermasalah di Arab Saudi Dipulangkan

Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang melebihi ijin tinggal (overstayed) dari Arab Saudi saat proses pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (1/11). Sebanyak 1.277 TKI overstayed yang terdiri dari dari 1.211 orang dewasa, 39 anak-anak, dan 27 bayi, dipulangkan dari Arab Saudi dengan menggunakan 4 kloter penerbangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia pekan ini berencana memulangkan 1.250 tenaga kerja Indonesia bermasalah dan warga negara Indonesia overstayer atau yang masa izin menetapnya melebihi batas waktu yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Atase Perhubungan RI di Jeddah, Swihandoyo, mengatakan para TKI bermasalah dan WNI overstayer akan dipulangkan ke Tanah Air menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Sampai saat ini, ada sembilan penerbangan yang disiapkan mengangkut para TKI dan WNI dari Jeddah ke Indonesia.

Pesawat Garuda tersebut, kata Swihandoyo, rencananya akan terbang dalam empat hari berturut-turut, sejak 17 hingga 20 Oktober 2012. "Sebelumnya pesawat itu digunakan membawa jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi," kata Swihandoyo dalam keterangan pers, Kamis, 18 Oktober 2012.

Swihandoyo menjelaskan, di Arab Saudi, para TKI bermasalah dan WNI overstayer ditampung di Konsulat Jenderal RI sampai mendapat giliran dipulangkan. Mayoritas dari mereka adalah TKI perempuan yang bekerja pada sektor informal, seperti pembantu rumah tangga. Adapun sebagian lainnya adalah TKI pria yang bekerja sebagai sopir.

Berdasarkan data pada 2008, KJRI Jeddah telah memulangkan total 23.921 orang WNI bermasalah dari Arab Saudi. Kemudian pada dua tahun berikutnya, KJRI kembali memulangkan 20.849 dan 14.999 orang WNI.

Tahun lalu, total WNI bermasalah yang dipulangkan dari Arab Saudi mencapai 18.675 orang. "Saat ini diperkirakan masih ada puluhan ribu WNI overstayer yang tersebar di berbagai wilayah Arab Saudi," kata Swihandoyo.

BNP2TKI mencatat banyak TKI yang sebenarnya ingin dipulangkan, tetapi tak diperbolehkan oleh majikannya. Sejak April hingga September tahun ini, kata Koordinator Crisis Center BNP2TKI Henry Prayitno, ada 481 kasus aduan yang masuk. Dari jumlah itu, sejumlah 134 TKI mengaku ingin dipulangkan.

ISMA SAVITRI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X