Singa vs Buaya, Siapa Lebih Unggul?

Singa vs Buaya, Siapa Lebih Unggul?

REUTERS/Daniel Munoz

TEMPO.CO, South Luangwa--Segerombolan singa betina itu dikagetkan oleh seekor buaya yang tiba-tiba nongol dari sungai dan bergerak ke arah mereka. Seekor singa dewasa yang tubuhnya paling besar mengaum kencang ke arah si buaya.

Pesta makan impala di tepi Sungai Nil di Zambia itu mendadak riuh saat si buaya, yang menjadi tamu tak diundang, nekad menyelinap ke sela kerumunan singa untuk nimbrung makan. Singa-singa itu sontak marah atas sikap si buaya yang main "selonong boy".

"Singa-singa betina itu terlihat berusaha melindungi makanan dan anaknya dari serangan buaya. Sementara buaya berhasil mencuri sepotong kecil daging impala dari gerombolan singa," ujar Oli Dreike, 34, seorang fotografer yang tidak sengaja berada di sekitar lokasi.

Perebutan makanan antara tujuh ekor singa dan seekor buaya di pagi hari itu terjadi di lokasi yang berjarak hanya 20 meter dari tenda Oli. Manajer The Bushcamp Company itu sedang memimpin kegiatan perkemahan padang rumput saat kedua jenis predator itu adu galak.

"Saya tidak percaya yang saya lihat. Apalagi saya mampu merekam kejadian itu," ujar dia kepada Dailymail, Jumat 19 Oktober 2012.

Buaya Nil itu--penduduk South Luangwa menyebutnya "Fred"--sama sekali tidak terlihat takut. Rekaman video yang diambil Oli menunjukkan reptil bergigi tajam itu tanpa ragu berjalan menuju gerombolan singa untuk mengambil daging impala. Ia mempertaruhkan diri diserang dua ekor singa dewasa yang baru saja membunuh impala tersebut.

Oli mengatakan, dua ekor singa dewasa itu perlu waktu sekian detik untuk menyadari kedatangan Fred ke arah mereka. Bahkan buaya jantan itu terlihat mengendalikan situasi saat membuka rahang besarnya sembari terus berjalan mendekati gerombolan singa.

Kelima anak singa tampak ketakutan melihat kedatangan Fred. Mereka, kata Oli, bergerak menjauh dari tumpukan daging impala saat buaya besar itu semakin mendekat. Di saat itulah ibu singa memutuskan maju untuk menghadapi si buaya.

"Didorong rasa marah dan naluri untuk melindungi anak-anaknya, ibu singa mulai mencakar dan menggigit Fred sampai buaya itu melipir ke kembali ke sungai," ujar Oli.

Oli sengaja menginap di tenda di tengah padang gurun untuk mengamati kegiatan singa Afrika berburu impala. Sejak pukul 05.30 singa-singa itu sudah mulai sibuk mengendap-endap di antara rerumputan dan sesekali mengejar gerombolan impala.

Kedatangan Fred si buaya di tengah jamuan makan singa-singa itu merupakan kejadian langka bagi Oli. Namun, perseteruan singa dan buaya di daerah itu bukan sekali ini terjadi.

Ia mengatakan, kelompok singa yang selama ini rutin diamati oleh peneliti lembaga konservasi lokal, Zambia Carnivore Programme, itu kerap bentrok dengan buaya-buaya yang tinggal di Sungai Nil di dekat habitat singa. "Singa-singa itu dipimpin oleh seekor pejantan yang dijuluki 'Scarface' karena bekas luka di wajahnya karena serangan buaya," ujar Oli.

DAILYMAIL | MAHARDIKA SATRIA HADI

Baca juga:
Newsweek Akhiri Era Majalah Cetak

5 Bulan Planet Pluto Ancaman bagi Pesawat NASA

Mengintip Warna-warni Data Center Google

Google Siap Beri Kejutan pada 29 Oktober

Benarkah Senyum Manusia Berasal dari Ikan Purba?

Apple Kalah Lagi di London

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X