indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Jemaah Calon Haji Pamekasan Batal Berangkat

Jemaah Calon Haji Pamekasan Batal Berangkat

Abdul Rohman (88 tahun), calon jemaah haji asal Sentolo, Kulonprogo mengikuti doa saat pelepasan calon jemaah haji asal DIY di Bangsal Kepatihan Kompleks Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Selasa (25/9). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Pamekasan - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memastikan dua orang dari 1.277 jemaah haji asal Pamekasan gagal berangkat haji tahun ini karena menderita sakit parah.

Hingga batas akhir pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci, dua jemaah haji asal KBIH Penyepen ini belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. "Mereka sakit asma dan patah tulang," kata Pelaksana Tugas Kepala Seksi Haji Kementerian Agama Pamekasan, Aini Uswatun, Sabtu, 20 Oktober 2012.

Menurut Aini, selain kedua jemaah yang batal berangkat, ada dua jemaah haji lain asal Desa Cen-lecen, Kecamatan Pakong, yang juga sakit dan sempat ditunda keberangkatannya. Beruntung, keduanya bisa cepat pulih sehingga diberangkatkan bersama rombongan kloter 76 pada Jumat kemarin, 19 Oktober 2012. Aini menambahkan, mereka yang batal berangkat haji tahun ini bisa menunaikan ibadah haji tahun depan.

Saat ini, lanjut dia, para jemaah segera memasuki wukuf di Arafah dan semua jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan dikabarkan sehat sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan normal.

Jemaah haji asal Pamekasan yang berangkat tahun ini, sebanyak 1.277 jemaah, telah diberangkatkan mulai 27 September lalu melalui kloter 20, 21, dan 22.

MUSTHOFA BISRI

Berita terpopuler lainnya:
Calon Haji Tewas Ditabrak di Mekkah
Harga Hewan Kurban di Saudi Melonjak

Kerajaan Arab Saudi Siapkan 20 Ribu Bus

Harga Kambing Naik, Pedagang Tak Dapat Untung

Lusa, Wapres Boediono Berangkat Haji

Jumlah Penumpang Pesawat Naik Saat Idul Adha

Hewan Kurban Diolah Jadi 900 Ribu Kaleng Kornet


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan