Hari Ini, PSSI-KPSI Bahas Soal Tim Nasional

Hari Ini, PSSI-KPSI Bahas Soal Tim Nasional

Todung Mulya Lubis. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Senin siang ini, 22 Oktober 2012 berencana membahas persoalan tim nasional di kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Kedua pihak akan diwakili masing-masing anggota yang tergabung dalam Komite Bersama.

"Dari PSSI, ada Todung Mulya Lubis, saya, dan anggota Komite Bersama lainnya," kata anggota Komite Bersama dari PSSI, Saleh Ismail Mukaddar, saat ditemui di kantor PSSI hari ini.

Saleh belum memerinci agenda yang akan dirapatkan di pertemuan itu. Namun, menurut dia, pertemuan itu hanya akan membahas pelepasan pemain Liga Super Indonesia (LSI) ke tim nasional bentukan PSSI. "Saya pastikan soal perubahan manajemen dan tim pelatih tidak akan dibahas di pertemuan nanti," kata Saleh lagi.

Penetapan susunan pelatih dan manajemen timnas, dikatakan Saleh, telah diatur oleh statuta Pasal 37 Huruf J, yang menyebutkan bahwa pemilihan pelatih sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Eksekutif PSSI. "Itu sudah mutlak. Jadi tidak akan dibahas Komite di rapat nanti. Kami hanya membahas apa yang di luar statuta," ujar dia.

Rapat mengenai timnas yang dilakukan PSSI-KPSI hari ini memang berperan penting terhadap kelangsungan timnas di Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Ihwal itu pun telah ditegaskan Ketua Umum KPSI La Nyalla Mattalitti pada Sabtu pekan kemarin. Menurut dia, keputusan KPSI mendaftarkan timnas untuk Piala AFF akan sangat bergantung pada hasil rapat Komite Bersama hari ini.

ARIE FIRDAUS

Berita olahraga lainnya:

Albiol: Ada Kampanye Melawan Casillas

Syamsir cs Mundur dari Timnas AFF

Mourinho: Messi 4, Ronaldo 1? Tidak Mungkin

Chelsea Beri Sanksi Tambahan Buat Terry

Xabi Alonso Emoh Disamakan dengan Beckham

AVB Remehkan Kesuksesan Chelsea Raih Champions

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X