Sedikitnya 6 Tewas kala Bentrok di Lampung Selatan

Sedikitnya 6 Tewas kala Bentrok di Lampung Selatan

Bentrokan antarwarga di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, Senin, (29/10). TEMPO/Nurochman Arrazie

TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan warga terlibat bentrok susulan antar kampung di Desa Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan, Senin, 29 Oktober 2012. Enam orang tewas dalam ‘perang’ ini. Sehari sebelumnya tiga orang tewas dan sepuluh luka parah lewat bentrok massa kedua kampung. “Terdata 6 orang korban tewas dan belasan rumah terbakar,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih, Senin 29 Oktober 2012.

Bentrokan terjadi tiga jam sejak pukul 14.00 WIB. Aksi saling serang berhenti setelah massa dari Kecamatan Kalianda dan sejumlah kecamatan lain yang mencapai 20 ribu orang menguasai Desa Sido Retno dan Balinuraga. Massa yang beringas membakar seluruh bangunan di dalam kampung.

Sebelum menyerang, warga sempat bentrok dengan aparat keamanan. Puluhan rentetan tembakan dan gas air mata dilontarkan namun massa bersenjatakan bambu runcing, golok, tombak dan senapan rakitan terus merangsek masuk ke Balinuraga. Barikade kawat berduri yang dipasang polisi berhasil dijebol massa.

Sesekali terdengar ledakan bom rakitan dari dalam desa yang dihuni oleh warga asal Pulau Bali itu. Tembakan dari arah desa Balinuraga yang bertahan di dalam kampung sesekali terdengar. Satu jam bertempur dengan polisi,  kedua warga yang bertikai lalu saling berhadapan dan saling beradu senjata.

Saat ini jumlah korban tewas masih simpang siur. Informasi yang beredar jumlah korban tewas mencapai sepuluh orang. Sejumlah aparat keamanan berusaha mencegah bentrok kewalahan karena massa penyerang datang dari arah semak-semak dan sawah yang sangat luas.

Perang antar warga ini terjadi dipicu oleh pelecehan seksual yang dilakukan dua orang pemuda asal Balinuraga terhadap seorang gadis asal Desa Agom yang berjarak sekitar 4 kilometer. Korban sampai pingsan dan dirawat di rumah sakit.  Keluarga korban yang tidak terima atas perlakuan itu lalu datang bersama kepala Desa Agom dan seorang anggota polisi. Mereka menemui tokoh adat di Balinuraga tapi tidak mendapat tanggapan.

NUROCHMAN ARRAZIE

Berita Terpopuler

Polri: Lampung Selatan Diharapkan Segera Pulih

Apa Pemicu Perang Warga Lampung? 

Ribuan Warga Lampung Bentrok, Tiga Orang Tewas

Hari Sumpah Pemuda, Perang Antar-Kampung Pecah

Cegah Tawuran, Bandung Bentuk Satuan Polisi Siswa  



Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X