Ketika Senjata Tempur TNI Sudah Tua dan Lelah

Ketika Senjata Tempur TNI Sudah Tua dan Lelah

Sejumlah perlengkapan alusista yang akan di pamerkan di Kawasan Monas, Jakarta, (05/10). Dalam rangka HUT TNI ke-67, TNI akan menampilkan berbagai macam jenis senjata, tank dan halikopter pada 6-8 Oktober. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Persenjataan TNI tidak hanya jauh dari kebutuhan kekuatan minimum, tapi kondisinya juga mengenaskan. Mayoritas senjata berusia 25-40 tahun dan tak sedikit yang ngadat ketika digunakan. Akibatnya, tak semua senjata TNI ini siap dipakai saat bertempur.

Majalah Tempo edisi 29 Oktober 2012 menurunkan laporan tentang pengadaan alat tempur TNI. Data Sekolah Staf Komando TNI pada 2005, misalnya, menunjukkan skuadron tempur Angkatan Udara hanya memiliki tingkat kesiapan rata-rata 30 persen. Hampir 30 persen tank dan 48,2 persen meriam milik Angkatan Darat rusak. Sedangkan sebagian besar kapal perang Angkatan Laut sudah berusia di atas 25 tahun. 

Kondisi ini kian parah karena nyaris tak ada peremajaan senjata. Bahkan, menurut Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddiq, sejak reformasi 1998 hingga akhir 2010, nyaris tak ada pengadaan senjata baru. Karena itu, menurut Mahfudz, peremajaan dan modernisasi persenjataan TNI mendesak dilakukan. 

Anggaran pertahanan yang cekak dianggap sebagai penyebab. Sejak 2004, bujet militer memang naik dari Rp 21,7 triliun menjadi Rp 72,54 triliun pada 2012. Namun, anggaran itu tak sepenuhnya dipakai untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Hanya sekitar Rp 28 triliun alokasi untuk pos ini. Baru pada 2030, menurut Asisten Bidang Kebijakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan Said Didu, anggaran pembelian peralatan militer akan menembus Rp 100 triliun per tahun.

Widiarsi Agustina, Subkhan J. Hakim, Ahmad Fikri

Baca juga:
EDISI KHUSUS SUMPAH PEMUDA

Repot Mencari Pengganti ''Simbah''
Siasat Dagang Makelar Senjata
Sampai Diketahui Penyebabnya, Hawk 200 Digrounded

Pesawat Tempur Sempat Berputar-putar dan Meledak

Pesawat Tempur Jatuh: Sudah Rusak atau Salah Pilot?

Pesawat Tempur Hawk Jatuh di Dekat Permukiman

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
perlu diperhatikan juga bahwa perang akan mempercepat dunia kiamat
1
3
Jendral, Kalau rusak diperbaiki dong. Jendral, Kalau tua memang benar harus di beli baru. Tetapi anggaran yang kurang atau kongkalikong dengan makelar sehingga kurang dana?
Wajib Baca!
X