indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kemendagri Klaim Perekaman E-KTP Lampaui Target

Kemendagri Klaim Perekaman E-KTP Lampaui Target

Petugas mendata KTP Elektronik di Kantor RW 04, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu 12 Agustus 2012. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri hari ini memaparkan perkembangan terkini mengenai program e-KTP. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan perekaman data penduduk hingga 7 November telah melebihi target Kementerian.

Menurut Gamawan, Kementerian menargetkan akhir 2012 telah merekam 172 juta penduduk. Target itu telah tercapai pada awal November. "Lebih cepat 55 hari dari yang ditargetkan," kata Gamawan kepada wartawan, Kamis, 8 November.

Perekaman data penduduk, menurut dia, pada Rabu, 7 November mencapai 172,4 juta orang. Artinya, ada lebih dari 172 juta penduduk datang ke kantor kecamatan atau kelurahan untuk membuat e-KTP. Sementara kartu yang sudah dicetak baru 89 juta. "Sisanya, dicetak 2013," kata dia.

Gamawan yakin pada akhir 2012 perekaman data bisa dilakukan untuk lebih dari 180 juta orang. Ia merasa senang atas pencapaian ini, karena sebelumnya ia menyatakan siap mundur dari kursi menteri jika terget tak tercapai. "Ternyata target tercapai lebih cepat 55 hari," ujarnya. Program e-KTP ini mulai dari perencanaan hingga pengadaan memakan anggaran Rp 5,8 triliun.

Kementerian yakin program e-KTP bermanfaat bagi banyak instansi dan lembaga. Banyak lembaga berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait dengan e-KTP, antara lain Bank Indonesia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Imigrasi. "Program e-KTP ini akan mengurangi kejahatan," ujarnya.

ANANDA BADUDU



Berita Terkini:
KPK Supervisi 19 Kasus Mangkrak di Kejaksaan

Rieke-Teten Datangi Kantor PDI Perjuangan

Berdalih Sudah Kembalikan Uang, Murdoko Minta Bebas

Idris Akui Isu Pemerasan Ganggu Psikologi Anaknya










Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X