indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Jokowi: Kampung Deret Gratis

Jokowi: Kampung Deret Gratis

Aktifitas di bantaran kali Ciliwung, Jakarta, Minggu (21/3). Menurut Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), tingkat pencemaran air tanah oleh bakteri Eschericia-coli di Jakarta mencapai angka 65 hingga 93 persen. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjanjikan kampung deret yang akan dibuat Pemerintah DKI dengan Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Pekerjaan Umum akan disewakan tanpa memungut bayaran. "Masyarakat tinggal di sana dengan gratis," kata Jokowi seusai rapat terbatas di kantornya Senin, 12 November 2012.

Joko menjelaskan, pembangunan rumah susun sewa dengan konsep kampung deret di hulu sungai Ciliwung atau di sekitar Casablanca, Jakarta Selatan, ditujukan sebagai tempat relokasi masyarakat yang awalnya bermukim di bantaran sungai Ciliwung. Masyarakat tersebut, kata Jokowi, akan dipindahkan sehingga program normalisasi Sungai Ciliwung Kementerian Pekerjaan Umum dapat berjalan tanpa menggusur warga yang terlanjur bermukim di bantaran sungai itu.

"Semua yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung akan ditampung semua di sana," kata Jokowi. Ada pun target utama yang akan direlokasi ke kampung deret itu adalah masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dari Manggarai ke Casablanca. Hanya saja, mereka yang akan tinggal harus memenuhi syarat dari Pemerintah DKI Jakarta terlebih dahulu.

Pernyataan senada juga dikatakan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Djan menjelaskan, biaya konstruksi pembangunan akan dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja negara. Sementara anggaran relokasi warga dibebankan ke anggaran pendapatan dan belanja daerah DKI Jakarta.

"Nantinya masyarakat yang tinggal di sana juga akan disubsidi oleh Pemerintah DKI Jakarta," kata Djan. Sehingga, lanjut dia, masyarakat di sekitaran bantaran sungai Ciliwung yang direlokasi ke kampung deret sudah dimanjakan pemerintah dalam hal pembiayaan rumah tinggalnya.

Kampung deret yang berupa rumah susun sewa ini diperkirakan mampu menampung 900 kepala keluarga dengan luas masing-masing tempat tinggal 36 - 40 meter persegi. Selain sebagai tempat tinggal, rumah susun itu juga akan dilengkapi sekolah, ruang terbuka hijau, dan fasilitas sosial lainnya, seperti lapangan olah raga.

RAFIKA AULIA

Berita terpopuler lainnya:
Djan Faridz Kuasai Rumah Pemda dengan Sewa Murah
Sakit Panu? Jokowi: Pakai Saja Kartu Jakarta Sehat

Djan Faridz Dituding Kuasai Rumah Pemda DKI

Pemerintah Jakarta Punya Aset 2 Ribu Rumah Sewa

Jokowi Minta Rumah Susun Segera Dihuni

Kartu Jakarta Pintar Dibagikan pada 17 November

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X