indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Tertimpa Batu Muatan Truk, 9 Orang Tewas

Tertimpa Batu Muatan Truk, 9 Orang Tewas

Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

TEMPO.CO, Kupang - Truk pengangkut batu terbalik di Kilometer 5, Kecamatan Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara hari ini. Akibatnya, sembilan orang tewas dan orang belasan lainnya mengalami luka-luka.

"Ada sembilan orang meninggal, sedangkan belasan lainnya mengalami luka berat dan ringan," kata Kapolres Timor Tengah Utara, Ajun Komisaris Besar Gede Made Suparwitha, yang dihubungi Tempo dari Kupang, Jumat, 23 November 2012.

Truk tersebut, menurut dia, mengangkut batu bersamaan dengan 23 warga Desa Manufonu, Kecamatan Naibenu, Timor Tengah Utara yang baru usai merenovasi makam keluarga mereka. Namun, dalam perjalanan pulang, truk yang mengangkut batu tersebut tidak dapat dikuasai sopir saat berada di tikungan, sehingga menabrak jembatan dan terbalik. "Di tikungan sopir tidak bisa menguasai kendaraannya, sehingga terbalik," katanya.

Terbaliknya truk itu bersamaan dengan batu yang menindih para penumpang di atasnya, menyebabkan sembilan orang tewas dan belasan luka-luka. "Rata-rata mereka tewas, karena tertindih batu yang diangkut truk tersebut," kata Komisaris Besar Gede Made Suparwitha.

Kondisi korban tewas dan luka-luka, seluruhnya mengalami luka di bagian kepala, bahkan beberapa korban mengalami patah tulang. Saat ini, korban luka sebagian telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Atambua, Belu dan Puskesmas Wini. Sedangkan, jenazah korban tewas telah diserahkan ke keluarganya.

YOHANES SEO

Berita Pilihan:

Juara Tinju Dunia Hector ''Macho'' Camacho Mati Otak

Hujan Lebat Guyur Jakarta Sepekan ke Depan

Muncul di Google Earth, Pulau Ini Lenyap

Breaking Dawn Part 2, Sajian Penutup yang Manis

Laporan dari Suriah, Dapat Tasbih dari Gerilyawan

Laporan dari Suriah, Teh Penyelundup di Kafe Turki

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X