Video Jokowi Ahok Ditonton 5 Juta Orang

Video Jokowi Ahok Ditonton 5 Juta Orang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Video dokumentasi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang ditayangkan di situs YouTube ditonton lebih dari 5 juta orang hingga Sabtu, 24 November 2012. Tim humas Provinsi DKI mengunggah video dokumentasi kegiatan Gubernur dan wakilnya sejak 5 Oktober 2012 melalui akun PemprovDKI.

PemprovDKI mengunggah pelepasan Fauzi Bowo sebagai karyawan Pemrov DKI Jakarta sebagai video pertamanya. Hingga saat ini, ada 135 video dokumentasi yang diunggah PemprovDKI. Video yang diunggah PemprovDKI total telah ditonton 5.034.896 dan ada 17.607 pendaftar di kanal ini.

Tayangan Wakil Gubernur Ahok ketika menerima paparan Dinas Pekerjaan Umum menjadi video yang paling banyak ditonton. Video yang diunggah 8 November 2012 itu telah disaksikan sebanyak 1.296.915 kali. Dalam tayangan ini, Ahok dengan nada tinggi meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk memangkas anggaran.

Dalam beberapa kesempatan, Ahok mengatakan senang dengan diunggahnya rapat itu oleh anggota staf bagian Komunikasi dan Informasi Masyarakat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebetulan saat itu tidak ada yang mencatat hasil rapat.

"Saya bilang ke bagian Kominfomas, kalau memang diunggah di YouTube, unggah semua sekalian. Jadi biar masyarakat tahu isi rapat itu soal apa, anggaran mereka juga untuk apa," kata Ahok.

Gebrakan Ahok yang selalu muncul dalam YouTube juga menjadi kata kunci terpopuler dalam situs pencari Google di Indonesia periode 16-22 November 2012.

YANDI

Baca juga:
Unggah Rapat ke YouTube, Ahok Bantah Narsis
Ahok Dipuji Karena Izinkan Unggah Video Rapat ke You Tube
Video Rapat Diunggah, PU Tak Masalah Dimarahi Ahok
Video Rapat Basuki ''Ahok'' Ternyata Bikin Gerah
Apa Kata Jokowi Soal Video Rapat Ahok di YouTube?

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
mantab
Wajib Baca!
X