Daftar Petinju yang Meninggal Usai Bertanding

Daftar Petinju yang Meninggal Usai Bertanding

freepicturesweb.com

TEMPO.CO, Jakarta--Meninggalnya petinju muda, Okson Edison menjadi pukulan telak bagi dunia tinju Indonesia. Sudah ada 29 petinju yang meninggal usai bertanding. Indonesia pernah dilarang melaksanakan pertandingan tinju oleh WBC karena banyaknya petinju yang meninggal pada kurun 2000-2004. Siapa saja petinju itu?

1948, Surabaya: Jimmy Koko (melawan Meyer)
1950, Surabaya: Rocky Wang/Ricky Huang (VIC Suatman)
1959, Surabaya: Robby Pav (Mohammad Yali)
1961, Sarono (Tan Hwa Soei)
1978, Bandung: Atjeng Jim (Kai Siong)
1979, Nasir Kitu (tak tercatat siapa lawannya)
1980, Syamsul Bachri (tak tercatat siapa lawannya)
1984, Jakarta: Domo Hutabarat (Dadang Krinsa)
1985, Suryanto (tak tercatat siapa lawannya)
1987, Jayapura: Agus Souissa (Michael Arthur)
1988, Blitar: Wahab Bahari (Hudi)
1988, Suryanto (John Bonnex)
1990, Bontang: Bongguk Kendy (Bisenti Santoso)
1993, Jakarta: Yance Samangun (Mahmud)
1995, Jakarta: Akbar Maulana (Bugiarso)
2000, Jakarta: Dipo Saloko (Roy Saragih)
2000, Belawan: Bayu Young Iray (Herianto Kalam)
2001, Bekasi: John Namtilu (Hasan Purba)
2001, Cibinong: Muhammad Alfaridzi (Kongthawat Ora Sorkiti)
2001, Manado: Donny Maramis (Stenly Kalalo)
2003, Jakarta: Johannes "Bones" Fransiscus (Slamet Nizar)
2003, Sumatera Utara: Mula Sinaga/amatir (Asahan Tuerino)
2004, Jakarta: Antonius Jonathan Mosse (Kaichon sor Vorapin)
2004, Purwokerto: Jack Ryan (Syamsul Hidayat)
2005, Jakarta: Hendrik Bira (Mones Arepas)
2006, Manado: Fadly Kasim (Jibril Soamole)
2007, Jakarta: Anis Dwi Mulya (Irvan Bone)
2012, Jakarta: Muhammad Afrizal (Irvan Barita Marbun)
2012, Kupang: Oxon Palue (Gerry Gio Tuista)


AGUS BAHARUDIN

Baca juga:
Alasan Timnas Coret Arthur Irawan

Raphael Masuk Timnas Kejuaraan AFF 2012

Mau Nonton Piala AFF 2012? Ini Jadwalnya

Timnas Coret Arthur Irawan

Safee Sali ''Kebelet'' Tampil Bareng Arema Indonesia

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X