Dahlan Tak Gentar Hadapi Tuntutan DPR

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO.CO, Jakarta--Menteri Dahlan Iskan tak gentar menghadapi ancaman tuntutan yang mungkin dikenakan padanya. "Silahkan saja, memang saya ada potongan (takut)," katanya di Kementerian BUMN 30 November 2012.
Ia pun menceritakan bahwa ketika berumur 23 tahun ia pernah dikejar-kejar polisi. "Dulu pas rangkaian Malari tahun 1974 saya kan (pernah) dipolisikan," katanya. Musabanya ia ikut berdemonstrasi Malari.
Peristiwa Malari (Malapetaka Limabelas Januari) adalah peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974. Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974). Mahasiswa merencanakan menyambut kedatangannya dengan berdemonstrasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.
Seperti diketahui buntut menyetor nama pemeras perusahaan BUMN, suami Nafsiah Basri ini kerap diancam dilaporkan ke pihak berwajib. Selain Dahlan Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo juga terancam dilaporkan oleh anggota komisi keuangan I Gusti Ray Agung Wirajaya.
Tuduhan pemerasan berawal dari laporan Dahlan kepada badan kehormatan dua pekan lalu. Dahlan menyerahkan tujuh nama anggota DPR yang diduga memeras. Empat nama sudah disebutkan yakni Idris Laena, Sumaryoto, M Ichlas El-Qudsi dan Achsanul Qosasi. Sedangkan tiga lainnya LM, ATP dan IGARW. Dua nama telah direvisi yakni ATP, yang diduga Andi Timo dan M Ichlas El-Qudsi.
Dengan adanya laporan terhadap dirinya Dahlan berujar santai. "Tidak terganggu tuh."
ANANDA PUTRI
Baca juga:
Dahlan Iskan Pamer Jersey Bertanda Tangan Mourinho
Ditanya Pilpres 2014, Dahlan: Nasib BUMN Gimana?
Soal Pemeras BUMN, BK Kecewa dengan Dirut Merpati
Hatta: Dahlan Fitnah Keji, Ini Berbahaya
Dahlan: Indonesia-Laos Harusnya Bisa 10-0














