Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bupati Aceng Diduga Terlibat Penipuan dan Pemerasan  

Editor

Rini Kustiani

image-gnews
Bupati Kabupaten Garut H Aceng M Fikri. ANTARA/Agus Bebeng
Bupati Kabupaten Garut H Aceng M Fikri. ANTARA/Agus Bebeng
Iklan

TEMPO.CO, Bandung -  Kepolisian Daerah Jawa Barat menjadwalkan pemeriksaan Bupati Garut Aceng Fikri, Jumat, 7 Desember 2012. Aceng akan diperiksa dalam kasus dugaan penipuan dan pemerasan dengan pelapor Asep Rahmat Kurnia Jaya sebesar US$ 25 ribu.

Juru bicara Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, semula Aceng dijadwalkan diperiksa di kantor Direktorat Reserse Kriminal Polda pada hari ini, Kamis, 6 Desember. (Baca juga: Bupati Aceng Juga Dibelit Dugaan Korupsi)

"Tapi karena ada kesibukan, melalui stafnya Aceng Fikri minta dijadwalkan besok Jumat, 7 Desember 2012. Statusnya dia diperiksa masih sebagai saksi," ujar Martinus jelang gelar pasukan polisi pengaman Pilgub Jabar 2013 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Kamis, 6 Desember 2012.

Rencana pemeriksaan Aceng besok, Martinus menambahkan, adalah penjadwalan kedua. Penjadwalan pertama adalah 29 November lalu. "Namun, saat itu yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang tidak jelas. Makanya kemudian kami panggil lagi,"katanya.

Si pelapor, Asep Rahmat, adalah salah satu calon yang gagal menggantikan Dicky Chandra menduduki kursi Wakil Bupati Garut. Pada Mei lalu, pria 40-an tahun ini mengadukan Aceng dan tangan kanannya, Chep Maher, ke Polda Jawa Barat.

"Saya melaporkan dugaan penipuan dan pemerasan oleh Aceng waktu saya menjadi calon wakil bupati," kata kemarin. Dalam laporan ke polisi, Asep mengaku dimintai duit Rp 500 juta oleh Chep Hermawan yang diutus Aceng. "Uang itu katanya untuk jaminan supaya saya masuk nomisasi calon Wakil Bupati Garut (pengganti Dicky)," kata Asep.

Tergiur, Asep lantas menyetor duit tunai US$ 25 ribu langsung ke kediaman Aceng di kampung Copong, Kecamatan Garut Kota, pada 12 April 2012. "Jadi, yang saya berikan ke Ceng Fikri itu sekitar Rp 250 juta atau US$ 25 ribu," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tak cukup, beberapa hari kemudian seorang yang mengaku utusan Bupati Garut mendatangi Asep yang tengah rehat di Cipanas, Garut. Si utusan menyampaikan pesan Aceng yang meminta duit Rp 1,4 miliar untuk meloloskan Asep menjadi wakil bupati. Namun, Asep tak menggubrisnya. (Baca juga: Tujuh Kasus Korupsi Pembelit Bupati Aceng)

Singkat cerita, belakangan terbukti Asep gagal terpilih menjadi Wakil Bupati Garut. Padahal, Aceng sempat menjanjikan jika Asep tak terpilih menjadi wakil bupati, duit yang sudah disetor bakal dikembalikan

"Tapi sampai sekarang pun uangnya tidak juga dikembalikan oleh Ceng Fikri. Makanya saya kemudian lapor ke Polda karena ada dugaan Aceng telah melakukan penipuan dan pemerasan kepada saya," katanya.

ERICK P. HARDI

Berita terpopuler lainnya:
Bupati Garut Aceng Bisa Dijerat 4 UU
Keluarga Fany Cabut Gugatan Terhadap Bupati Aceng  
Bupati Aceng: Jangan Paksa Saya Mundur

Rumor Nikah 2 Bulan Aceng-Shinta Jadi Omongan 

Solusi Dicky Chandra untuk Aceng

Pria Hobi Selingkuh Terlihat dari Wajahnya!

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

10 Perilaku Pasangan yang Merendahkan Anda dan Hubungan, Jangan Ditoleransi

27 hari lalu

Ilustrasi pasangan cemburu. Freepik.com
10 Perilaku Pasangan yang Merendahkan Anda dan Hubungan, Jangan Ditoleransi

Anda sering terluka atau mempertanyakan harga diri. Berikut perilaku pasangan yang menjadi sinyal Anda harus bersikap tegas dalam hubungan.


Tanggapan Pihak Johnny Depp atas Tuduhan Pelecehan Verbal dari Lawan Mainnya

29 hari lalu

Aktor dan produser Johnny Depp hadir dalam sesi pemotretan untuk mempromosikan film dokumenter
Tanggapan Pihak Johnny Depp atas Tuduhan Pelecehan Verbal dari Lawan Mainnya

Tanggapan Johnny Depp setelah dituduh melakukan pelecehan verbal terhadap lawan mainnya di lokasi syuting film Blow yang dirilis 23 tahun lalu.


Mantan Produser Nickelodeon Minta Maaf Atas Perilakunya yang Diungkap Serial Quiet On Set

31 hari lalu

Dan Schneider, mantan produser Nickelodeon. Foto: YouTube DanWarp
Mantan Produser Nickelodeon Minta Maaf Atas Perilakunya yang Diungkap Serial Quiet On Set

Mantan Produser Nickelodeon, Dan Schneider terseret kasus pelecehan, seksisme, rasisme, dan perlakuan tidak pantas terhadap artis cilik.


Fakultas Filsafat UGM Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa dengan Korban 8 Orang

32 hari lalu

Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. (FOTO ANTARA)
Fakultas Filsafat UGM Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa dengan Korban 8 Orang

Fakultas Filsafat UGM menunggu laporan dari para korban untuk penanganan yang lebih tepat dan cepat.


Kilas Balik Kasus Pungli di Rutan KPK, Terbongkarnya Diawali Kejadian Pelecehan Seksual

34 hari lalu

Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron, Sekjen KPK, Cahya Hardianto Harefa, Direktur Penindakan Asep Guntur Rahayu (kiri) dan juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), menghadirkan 15 orang petugas Rutan KPK resmi memakai rompi tahanan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2024. TEMPO/Imam Sukamto
Kilas Balik Kasus Pungli di Rutan KPK, Terbongkarnya Diawali Kejadian Pelecehan Seksual

KPK telah menetapkan 15 tersangka kasus pungutan liar di rumah tahanan KPK. Berikut kilas baliknya, diawali kejadian pelecehan seksual.


Dugaan Pelecehan oleh Rektor Universitas Pancasila, Polisi Periksa 15 Saksi

45 hari lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno didampingi kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. Dalam keteranganya, tudingan adanya pelecehan seksual tersebut hanya asumsi karna tidak ada bukti yang sah, ia juga mengaku kasus ini bagian dari politisasi menjelang pemilihan rektor. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Dugaan Pelecehan oleh Rektor Universitas Pancasila, Polisi Periksa 15 Saksi

Rektor Universitas Pancasila nonaktif Edie Toet Hendratno dilaporkan dua orang atas dugaan pelecehan


Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter di Palembang, Pelapor akan Serahkan Barang Bukti

50 hari lalu

Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com
Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter di Palembang, Pelapor akan Serahkan Barang Bukti

Perkara dugaan pelecehan seksual oleh dokter di salah satu rumah sakit di Jakabaring, Palembang, terus bergulir di Polda Sumatera Selatan


Datangi Polda, Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

51 hari lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno alias ETH, 72 tahun, saat tiba di Polda Metro Jaya, Kamis, 29 Februari 2024. Foto: ANTARA/Ilham Kausar
Datangi Polda, Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

Rektor Universitas Pancasila nonaktif, Edie Toet Hendratno, 72 tahun, memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa di kasus dugaan pelecehan seksual


Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Hari Ini, Korban Bantah Ada Motif Politik

51 hari lalu

Demonstran membakar kayu dan kardus di depan Gedung Rektor Universitas Pancasila, saat demonstrasi menolak rektor yang diduga mmelakukan pelecehan di Lenteng Agung, Jakarta, 27 Februari 2024. TEMPO/Jati Mahatmaji
Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Hari Ini, Korban Bantah Ada Motif Politik

Pengacara rektor Universitas Pancasila menuding ada motif politik karena isu pelecehan seksual ini mencuat jelang pemilihan rektor.


Yayasan Minta Rektor Universitas Pancasila Kooperatif Jalani Proses di Polisi soal Dugaan Pelecehan

53 hari lalu

Sekretaris YPPUP Yoga Satrio didampingi Plt Rektor Universitas Pancasila Sri Widyastuti (tengah) dan Warek IV Diennaryati Tjokrosuprihatono saat jumpa pers di lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Pancasila, Kampus Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Februari 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Yayasan Minta Rektor Universitas Pancasila Kooperatif Jalani Proses di Polisi soal Dugaan Pelecehan

Yayasan Universitas Pancasila meminta rektor nonaktif ETH kooperatif menjalani proses di kepolisian dalam kasus dugaan pelecehan seksual