indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kurikulum Baru, SMA Tidak Ada Penjurusan

Kurikulum Baru, SMA Tidak Ada Penjurusan

TEMPO/ Imam Yunni

TEMPO.CO, Jakarta - Kurikulum baru 2013 turut mengubah sistem pendidikan untuk setingkat sekolah menengah atas. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, pelajar SMA tidak lagi dibingungkan dengan adanya penjurusan eksakta, sosial, maupun bahasa. "Anak-anak akan dibebaskan memilih pelajaran yang disukai," kata Nuh ketika ditemui di kantornya, Kamis, 6 Desember 2012.

Menurut Nuh, pendidikan di sekolah lebih baik tidak ada spesialisasi. Alasannya, fakta di lapangan untuk mencari kerja atau meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya tidak ada syarat berasal dari lulusan IPA, IPS, maupun bahasa. "Anak IPS bisa masuk teknik, anak IPA bisa masuk ekonomi, asal lulus ujian masuk," kata Nuh.

Penjurusan, menurut Nuh, kadang menimbulkan bentuk diskriminasi. Ia menuturkan ada stigma khusus untuk jurusan tertentu yang menimbulkan kemudahan atau hambatan bagi jurusan lain. Misalnya, untuk anak lulusan IPA dianggap lebih pintar dan bisa masuk ke semua jurusan, sedangkan IPS dan Bahasa dianggap tidak mampu.

Dengan kurikulum baru ini, Nuh yakin tidak khawatir ada mata pelajaran yang kosong karena pelajar bisa memilih sesuai yang diminati. "Banyak siswa yang ambil mata pelajaran x, tapi sedikit yang ambil mata pelajaran y, itu terserah," kata Nuh. Namun, ia tetap meyakinkan ada mata pelajaran wajib yang masih harus diambil setiap pelajar SMA dan sederajat.

Kurikulum baru akan mulai diperlakukan tahun ajaran baru 2013/2014. Beberapa mata pelajaran dilebur dengan yang lain, dibuat lebih integrasi dan holistik. Untuk mata pelajaran SD yang semula 10 menjadi 6, sedangkan SMP dari 12 menjadi 10. DI lain pihak, pelajar SMA dibebaskan memilih pelajaran yang disukai. Metode pengajaran dibuat untuk merangsang keaktifan siswa. Diharapkan kurikulum pendidikan baru ini dapat menjawab tantangan zaman.

SUNDARI

Berita Lain:
Skandal Bupati Aceng Tak Kejutkan Kawan Dekatnya
Pelajar Situbondo Bentuk Kelompok Arisan Seks
Ada Jalan Tol, Kota Cirebon Terancam Mati
Mahasiswa Unhas Tewas, Jatuh dari Lantai 3 Kampus

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
2
Ya apa kata mereka aja, yang penting jangan jadi koruptor
0
8
menurut saya adanya progam jurusan di SMA banyak yang mengakibatkan diskriminasi pendidikan. misalnya saja progam jurusan IPS dikucilkan karena anggapan bahwa anak IPA jauh lebih unggul daripada anak IPS. Yang snagat disyangkan itu terlontar dari sebagian guru. padadasarnya diadakan penjurusan itu adalah menyalurkan bakat dan minat yang nantinya akan menuntun kita kepada cita-cita yang diimpikan. jika pmeerintah berani mendidikan progam jurusan ips konsekuensinya adalah pemerintah harus memberikan fasilitas yang memadai demi kelangsungan praktikum misalnya.
Wajib Baca!
X