Apa Untungnya Kalau Rhoma Irama Jadi Presiden

Apa Untungnya Kalau Rhoma Irama Jadi Presiden

Dalam baliho tersebut wajah Rhoma Irama dimanipulasi, sehingga tampak seperti dalam foto resmi kepresidenan. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Surakarta - Rencana Raja Dangdut Rhoma Irama mencalonkan diri menjadi presiden periode 2014-2019 memantik reaksi banyak pihak.

Di Solo, ada warga yang menyampaikan 10 keuntungan yang dirasakan rakyat Indonesia jika Rhoma Irama benar-benar menjadi Presiden Indonesia pada 2014.

Keuntungan itu, misalnya, tunjangan bagi pegawai negeri sipil akan bertambah karena ada tunjangan istri pertama, kedua, ketiga, dan keempat.

Kemudian, lembur akan dihapus karena Begadang tidak ada artinya. Jumlah penduduk akan tetap stabil karena tetap 135 Juta Jiwa.

Gelar pahlawan akan diubah menjadi Satria Bergitar dan negara akan aman karena sudah tidak ada lagi Adu Domba.

Lalu, penduduk menjadi lebih sehat karena akan diwajibkan Lari Pagi, neraca Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan seimbang karena memakai prinsip Gali Lubang Tutup Lubang. Angka perselingkuhan juga akan turun karena Perhiasan Dunia Adalah Istri yang Solehah.

Keuntungan di atas tercetak pada sebuah banner yang dipajang di tempat terbuka sehingga dapat dilihat masyarakat. Di bagian akhir, ditutup dengan pernyataan: "Rakyat Indonesia seharusnya memilih Rhoma Irama. Jika tidak, ter...la...lu..."

Pembuat banner adalah salah seorang warga Solo, Mayor Haristanto. Dia mengaku kata-kata dalam 10 keuntungan itu didapat dari seorang kawannya di Ciamis.

Kawannya mengirim pesan pendek yang isinya keuntungan yang didapat masyarakat Indonesia jika Rhoma jadi presiden, yang disangkut-pautkan dengan judul lagu Rhoma. "Isi pesan pendek itu lantas saya cetak dan dipajang," ujarnya kepada Tempo, Minggu, 9 Desember 2012.

Mayor mengatakan, dengan mencetaknya, bukan berarti dia mendukung Rhoma jadi presiden. Justru itu sebuah sindiran kepada Rhoma.

"Enggak mungkin rakyat Indonesia ingin punya presiden seperti Rhoma," katanya.

Salah seorang warga Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Yuni Astuti, menolak rencana Rhoma menjadi presiden. Alasan utama penolakan adalah perilaku Rhoma yang beristri banyak.

"Saya enggak mau presiden seperti Rhoma. Perilakunya tidak patut untuk seorang pemimpin," ujarnya.

Selain itu, dia menilai Rhoma tidak punya dasar politik yang kuat dan tidak punya pengalaman memimpin masyarakat.

UKKY PRIMARTANTYO

Terpopuler:

Kata Pengamat: Andi Tersangka, SBY Galau 3 Kali

Tinggalkan Rumah Dinas, Andi Lambaikan Tangan

Bos Mafia Italia di Bali Tak Melanggar Keimigrasian

Rolls Royce Laporkan Suap di Cina dan Indonesia

Mereka Kandidat Pengganti Andi Mallarangeng

Sutan: Anas Tersangka, Badai Demokrat

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
NILAI LEBIH YANG MUDAH DIPREDIKSI AKAN MUNCUL ADALAH, MERUBAH UU PERKAWINAN YANG INTINYA PNS DIBOLEHKAN BERISTRI LEBIH DARI 1 DAN MAKS 4 ORANG, SYARAT MEMENUHI KAIDAH AGAMA ISLAM, DAN KAIDAH AGAMA ISLAM. DAMPAK POSITIFNYA ADALAH BERKURANGNYA PROSTITUSI DAN PRAKTEK HIBURAN MALAM DI INDONESIA
Wajib Baca!
X