indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Dahlan Setuju Jokowi, Pertamina Relakan Plumpang

Dahlan Setuju Jokowi, Pertamina Relakan Plumpang

Mentri BUMN Dahlan Iskan. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan mencoba menengahi persoalan tanah Pertamina dan warga di Jakarta Utara. Koran Tempo edisi Ahad, 23 Desember 2012 memotret Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan seharian.

Persoalan warga Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara, dan Pertamina belum jua selesai. Mencoba menjembatani, Dahlan menemui Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. Ia meminta Karen segera menyelesaikannya.

Ia ingin Pertamina merelakan tanahnya dibangun rumah susun untuk warga, sehingga warga bisa direlokasi. "Rusun akan dibangun atas kerja sama dengan pihak swasta," katanya.

Dahlan mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang memberikan kartu tanda penduduk kepada warga Tanah Merah yang telah 20 tahun tanpa KTP. Dukungan Menteri BUMN terhadap Gubernur DKI Jakarta ini juga untuk urusan mengatasi kemacetan. Dahlan menginstruksikan agar tahun depan Jasa Marga membangun jalan tol khusus truk dari Cikarang menuju Tanjung Priok supaya truk tidak membuat macet lalu lintas jalan tol dalam kota.

Pembenahan kereta listrik juga akan dilakukan Dahlan tahun depan. Pedagang di dalam stasiun akan ditertibkan. Salah satu kebijakannya adalah, pedagang akan dijadikan tukang parkir. "Sekarang ini kami sedang membenahi kereta non-KRL dulu," ucapnya.

Dahlan juga akan membangun dua menara rumah susun untuk orang miskin, plus rumah sakit buruh di Cakung, di dekat area PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Ia dan Jokowi sepakat membangun karena di sana banyak warga yang menempati pinggiran sungai sehingga memang harus direlokasi. KBN sendiri, kata Dahlan, yang akan membantu proses pembangunan rumah susun itu. Selengkapnya baca Sehari Bersama Koran Tempo edisi Ahad 23 Desember 2012.

HERU TRIONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X