Dua Kabupaten di Banten Terendam Banjir

Dua Kabupaten di Banten Terendam Banjir

Warga mengungsikan anaknya menggunakan ember saat banjir di perumahan Ciledug Indah 1, Tangerang, Banten, Senin (3/12). Banjir yang melanda sejumlah rumah di perumahan tersebut akibat meluapnya Kali Angke serta hujan deras yang terjadi beberapa hari ini. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Pandeglang -Hujan deras yang terjadi di wilayah Banten mengakibatkan dua Kabupaten di Banten yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang kembali diterjang banjir, sejak Ahad, 6 Januari 2012. Ribuan rumah terendam banjir dan beberapa fasilitas umum rusak dan hilang diterjang banjir.

Wakil Ketua Tagana Banten, Dadan Suryana mengatakan, di Pandeglang, banjir merendam Kecamatan Pagelaran, dengan ketinggian 40 centimeter hingga satu meter. Beberapa wilayah yang diterjang banjir di Pagelaran, yakni Desa Pagelaran, Desa Bulagor, Desa Sukadame. "Akses jalan Pagelaran - Patia terputus karena luapan air sungai, tepatnya di Kampung Rakocek," ujar Dadan Minggu, 6 Januari 2012.

Di Kecamatan Patia, beberapa desa yang terendam banjir yaitu, Desa Idaman, Cimoyan, Ciawi, Surianeun, Rahayu. Ketinggain banjir juga rata-rata memiliki ketinggian 45 centimeter hingga satu meter.

Banjir di Kecamatan Saketi Desa Langensari, satu jembatan penghubung kampung hanyut diterjang banjir dan sebanyak 13 Rumah terendam banjir dengan ketingian 20 centimeter hingga 50 centimeter.

Di Kecamatan Sobang, banjir menerjang Desa Kuta Mekar dan merendam 26 rumah, Desa Bojen 100 rumah. Di Kecamatan Sukaresmi juga tergenang banjir, tapi berapa desa yang diterjang banjir masih dalam pendataan.

Sementara itu, Ketua Tagana Kabupaten Lebak Aan Wiguna, mengatakan, banjir di Kabupaten Lebak, tepatnya terjadi di Kecamatan Banjarsari, Desa Cikeusik dan Desa Kadu Hauk. Di Desa Cikeusik rumah yang terendam sebanyak 268 kepala keluarga dengan ketinggian banjir satu meter, dan di Desa Kadu Hauk, sebanyak 11 rumah dengan ketinggian satu meter.

Selain itu, satu jembatan gantung di Desa Gunung Anten, Kecamatan Cimarga, putus. "Banjir di Lebak sudah menyebar, kami masih terus melakukan pendataan," kata Aan.

WASI'UL ULUM

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Musik/Film

Wajib Baca!
X