indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ikan Hias dari Negara Tropis Tularkan Bakteri?

Ikan Hias dari Negara Tropis Tularkan Bakteri?

Seekor ikan badut atau terkenal dengan nama Nemo saat diatas rumput laut yang terekam dari kamera Google Street View. telegraph.co.uk

TEMPO.CO, Portland - Ikan hias dalam akuarium diam-diam menyimpan ancaman. Penelitian terbaru dari Oregon State University, Amerika Serikat, menunjukkan, ikan hias dari negara-negara tropis bisa menularkan infeksi bakteri dan penyakit.

Kekebalan terhadap antibiotik menjadi penyebabnya. Ini berarti ikan hias yang diimpor dari kawasan tropis lebih rentan terkena bakteri yang tidak dapat diobati. Bakteri ini dapat menular pada manusia yang memelihara ikan-ikan tersebut.

"Antibiotik biasa digunakan untuk menghentikan infeksi bakteri dan penyakit saat ikan merasa stres dalam pengiriman," ujar Tim Miller-Morgan, seorang dokter hewan air di Oregon State University, Kamis, 17 Januari 2013.

Sebanyak 32 ekor ikan air tawar dari berbagai jenis diuji kekebalan terhadap sembilan macam obat antibiotik. Ikan-ikan itu berasal dari Kolombia, Singapura, dan negara bagian Florida. Semua ikan diteliti di laboratorium di Portland, Oregon.

Penelitian menunjukkan seluruh ikan resisten terhadap setiap antibiotik. Resistensi paling tinggi dijumpai pada tetrasiklin. Sebanyak 77 persen ikan kebal terhadap obat ini. "Kami tidak menyangka semua ikan kebal terhadap seluruh antibiotik," kata dia.

Sejumlah bakteri menginfeksi tubuh ikan, antara lain Pseudomonas dan Staphylococcus. Kedua bakteri itu dapat menular dan mempengaruhi kesehatan manusia.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Fish Diseases ini mengklaim penularan penyakit antara ikan dan manusia memang jarang terjadi. Namun demikian, orang-orang yang memelihara atau bekerja dengan ikan tropis tetap berisiko terinfeksi.

"Begitu pula mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk," ujar Miller-Morgan. Cara menekan risiko adalah membeli ikan yang benar-benar sehat serta tidak membersihkan tangki akuarium saat tangan terluka.

Cara lainnya adalah segera memindahkan ikan yang sakit dari akuarium. Setiap ikan hias yang baru harus terlebih dulu dikarantina dalam tangki terpisah selama 30 hari.

Penggunaan antibiotik ke dalam tangki ikan juga tidak bisa sembarangan, kecuali mendapat petunjuk dari dokter hewan. "Jangan lupa selalu mencuci tangan setelah bersentuhan dengan ikan," ujar Miller-Morgan.

DAILYMAIL | MAHARDIKA SATRIA HADI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X