PDIP Tetapkan Calon Gubernur Jateng Bulan Depan

PDIP Tetapkan Calon Gubernur Jateng Bulan Depan

Sekeratris Jenderal DPP PDI Perjungan Tjahjo Kumolo (kiri) menunjukan nomor urut 4 pada rapat pleno terbuka pengundian nomor urut partai politik peserta Pemilu 2014 di kantor KPU Jakarta, Senin (14/1). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo mengatakan partainya belum menetapkan calon gubernur yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah Jawa Tengah. "Kami masih menunggu proses dan Februari baru diumumkan," kata Tjahjo, Jumat, 25 Januari 2013.

Menurut Tjahjo saat ini, Dewan Pimpinan Pusat PDIP masih melakukan psikotes terhadap calon gubernur yang ada. Berdasarkan hasil uji kepatutan dan kelayakan dari 17 calon sudah mulai tersaring menjadi hanya delapan calon saja.

Delapan calon yang berhak ikut tahap selanjutnya adalah Bupati Sumedang, Don Murdono, Wakil Ketua Komisi Pemerintahan, Ganjar Pranowo; Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih; Sekretaris Daerah Jateng, Hadi Prabowo; Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya; mantan Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi; dan Bupati Klaten, Sunarno.

Usai mengikuti psikotes, Tjahjo mengatakan DPP PDIP akan melihat elektabilitas masing-masing calon di setiap daerah. Partai akan melaksanakan pemilihan calon gubernur dengan objektif dan transparan. Kemenangan PDIP di Pilkada Jawa Tengah diyakini akan menjadi modal besar dalam menghadapi pemilu 2014 nanti.

Selain menunggu hasil survei, partai juga akan melakukan rapat pleno untuk membahas beberapa pertimbangan strategis dalam penetapan cagub cawabug. Sedangkan hasil akhir akan diserahkan pada Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

Sesuai rencana, Pilkada Jawa Tengah akan dilaksanakan pada 26 Mei 2013 mendatang. Saat ini KPU baru membuka pendaftaran calon gubernur dari jalur independen.

IRA GUSLINA SUFA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X