Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wah, Ada Nabi Palsu di Karanganyar  

image-gnews
Aneka Ragam simbol keagamaan
Aneka Ragam simbol keagamaan
Iklan

TEMPO.CO, Karanganyar - Kementerian Agama Karanganyar mendeteksi kemunculan seseorang yang diduga mengajarkan ajaran Islam tidak sebagaimana mestinya. Kepala Seksi Penerangan Masyarakat Kantor Kementerian Agama Karanganyar, Nurhadi, mengatakan seorang warga di Kecamatan Matesih menyelenggarakan pengajian dengan materi berbeda.

"Warga tersebut pengikut dari seorang warga Kecamatan Kerjo, Karanganyar, bernama Rohmad. Dulu Rohmad pernah mengaku sebagai nabi," katanya kepada Tempo, Kamis, 31 Januari 2013 pagi. Rohmad memulai aktivitasnya sebagai nabi sejak 1990-an.

Kemudian setelah Rohmad meninggal, tidak terdengar lagi kegiatan yang dirintis Rohmad. Baru akhir-akhir ini muncul kabar jika ada seorang pengikut Rohmad bernama Parmin yang meneruskan ajarannya. "Tapi kami belum sampai pada kesimpulan apakah Parmin tetap mengakui Rohmad sebagai nabi atau justru dia sendiri yang mengaku nabi," ujarnya.

Nurhadi mengatakan aktivitas pengajian biasanya dilakukan di sebuah masjid di Kecamatan Matesih. Peserta pengajian sekitar 50 orang yang berasal dari berbagai daerah di Karanganyar. Dia mengaku sulit mengetahui isi pengajian karena kelompok tersebut sangat tertutup terhadap orang luar. "Kalau di kehidupan sehari-hari, mereka berlaku seperti biasa. Tapi di keagamaan sangat tertutup," katanya.

Dia menyatakan sudah mengirim penyuluh agama Islam ke kelompok pengajian tersebut. Tujuannya untuk mengetahui letak penyimpangan yang dilakukan. "Kami akan melakukan pendekatan ke jemaah dulu. Kalau langsung ke pimpinannya sulit," ucapnya.

Penyuluh Kementerian Agama Karanganyar, Zuhaid, mengatakan sudah mulai mengumpulkan informasi seputar kegiatan kelompok tersebut. Informasi berasal dari mantan jemaah atau keluarga dari jemaah yang masih aktif.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Informasi yang kami dapat, syahadat mereka lain. Bukan Muhammad Rasulullah, tapi diganti Rohmad Rasulullah," katanya. Kemudian soal berhaji, kelompok tersebut menyatakan tidak perlu ke Baitullah di Arab Saudi, tapi bisa diganti ke tempat lain seperti gunung Lawu.

Dia mengingatkan itu baru informasi sepihak. Masih perlu diklarifikasi dengan pimpinan jemaah pengajian tersebut. Zuhaid mengatakan kesulitan yang dihadapi karena majelis pengajian tidak berbentuk lembaga. Sehingga jika memang menyimpang, sulit membubarkannya. "Apa yang mau dibubarkan? Karena tidak ada lembaganya dan tidak ada namanya," ujarnya.

Langkah yang diambil adalah pembinaan agar pimpinan dan jemaah kembali menekuni ajaran Islam sesuai syariat. Simak berita unik di belahan dunia lain.

UKKY PRIMARTANTYO

Baca juga:
Agus Tersangka Solo Komunitas Satrio Piningit

Diduga Agak Gila, Pimpinan Sekte Piningit Jalani Tes Kejiwaan

Sekte Piningit yang Ajarkan Seks Bebas Resmi Sesat

Agus "Satrio Piningit" Ditetapkan Sebagai Tersangka

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Idul Fitri 1445 H, Kapolri Singgung soal Toleransi

9 hari lalu

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Penglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai acara buka puasa bersama TNI-Polri di Jakarta, Selasa, 2 April 2024. ANTARA/Laily Rahmawaty
Idul Fitri 1445 H, Kapolri Singgung soal Toleransi

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengucapkan selamat Idul Fitri 1445 H. Ia menyinggung tentang toleransi.


Simak Perbedaan Metode Hilal dan Hisab Penentu 1 Syawal Hari Idul Fitri atau Lebaran 2024

10 hari lalu

Petugas Kantor Kemenag Kota Sabang melakukan pemantauan hilal di Tugu Kilometer Nol Indonesia, Kota Sabang, Aceh, Minggu, 10 Maret 2024. Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024 ANTARA/Khalis Surry
Simak Perbedaan Metode Hilal dan Hisab Penentu 1 Syawal Hari Idul Fitri atau Lebaran 2024

Menentukan 1 syawal Idul Fitri atau lebaran terdapat metode hisab dan rukyatul hilal. Apa perbedaan kedua sistem itu?


Sidang Isbat Menjelang Lebaran, Diadakan pada 9 April 2024 hingga Pemantauan Hilal di 120 Lokasi

11 hari lalu

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Minggu, 10 Maret 2024. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Sidang Isbat Menjelang Lebaran, Diadakan pada 9 April 2024 hingga Pemantauan Hilal di 120 Lokasi

Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama


Jemaah Masjid Aolia Gunungkidul Sudah Rayakan Idul Fitri, Begini Asal Usul Jemaah Mbah Benu

12 hari lalu

Umat muslim jamaah Masjid Aolia bersiap untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di Giriharjo, Panggang, Gunung Kidul, D.I Yogyakarta, Jumat, 5 April 2024. Jamaah Masjid Aolia menetapkan jatuhnya 1 Syawal 1445 H pada Jumat (5/4/2024) didasari petunjuk dari pimpinan jamaah Masjid Aolia, KH Raden Ibnu Hajar Sholeh atau yang biasa dikenal dengan nama Mbah Benu. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Jemaah Masjid Aolia Gunungkidul Sudah Rayakan Idul Fitri, Begini Asal Usul Jemaah Mbah Benu

Jemaah Masjid Aolia di Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta telah merayakan Idul Fitri. Bagaimana asal usul jemaah asuhan Mbah Benu ini?


BPJPH Tegaskan Tidak akan Menunda Pelaksanaan Wajib Sertifikasi Halal

15 hari lalu

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham (tengah)/Tempo-Mitra Tarigan
BPJPH Tegaskan Tidak akan Menunda Pelaksanaan Wajib Sertifikasi Halal

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menolak permintaan Menteri Teten Masduki terkait penundaan wajib sertifikasi halal.


Juli 2024, Kemenag Wajibkan Calon Pengantin Ikut Bimbingan Perkawinan

20 hari lalu

Ilustrasi Pernikahan/Alissha Bride
Juli 2024, Kemenag Wajibkan Calon Pengantin Ikut Bimbingan Perkawinan

Kemenag mewajibkan calon pengantin ikut bimbingan perkawinan. Jika tidak, pengantin tak bisa mencetak buku nikah.


Ditjen Bimas Hindu Bahas Peradilan Agama Hindu dengan PPTKHI

29 hari lalu

Ditjen Bimas Hindu Bahas Peradilan Agama Hindu dengan PPTKHI

Tercapai tiga rekomendasi yang disepakati 13 PTKH.


Ditjen Bimas Hindu Bahas Juknis Pelaksanaan Pendidikan Widyalaya

30 hari lalu

Ditjen Bimas Hindu Bahas Juknis Pelaksanaan Pendidikan Widyalaya

Ditjen Bimas Hindu berupaya menyelesaikan 13 regulasi turunan dari Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pendidikan Widyalaya.


Gus Miftah Vs Kemenag Soal Penggunaan Pengeras Suara, Bagaimana Awal Mulanya?

36 hari lalu

Sumber: PWNUJatim.or.id
Gus Miftah Vs Kemenag Soal Penggunaan Pengeras Suara, Bagaimana Awal Mulanya?

Perseteruan Gus Miftah dan Kemenag soal penggunaan pengeras suara selama Ramadan menarik perhatian publik. Bagaimana awal mulanya?


Kemenag Salurkan 34 Ribu Mushaf Al-Qur'an dan Surah Yasin

37 hari lalu

Pengunjung melihat Al Quran pada Gebyar Nuzulul Quran di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa 11 April 2023. Gebyar Nuzulul Quran tersebut menampilkan sembilan mushaf fenomenal yang saat ini menjadi koleksi Bayt Al-Quran Kementerian Agama. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Kemenag Salurkan 34 Ribu Mushaf Al-Qur'an dan Surah Yasin

Jumlah tesebut masing-masing terdiri atas 17 ribu Mushaf Al-Qur'an dan 17 ribu Surah Yasin.