Hasil Pilkada Diumumkan, Makassar Rusuh

Hasil Pilkada Diumumkan, Makassar Rusuh

Massa simpasitan pasangan calon gubernur Syahrul-Agus (Sayang) merayakan kemenangan di Posko Sayang Jalan Haji Bau, Makassar, Kamis (31/1). TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Makassar Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara sekaligus penetapan gubernur terpilih oleh KPU Sulsel di Hotel Singgasana, Kamis, 31 Desember, diwarnai kerusuhan di sejumlah titik di Kota Makassar. Kerusuhan bahkan berpusat di sentra perekonomian, seperti di Jalan Pattimura, Jalan Somba Opu, Jalan Penghibur, dan Jalan Pasar Ikan.

Dari pantauan Tempo, terjadi pembakaran sepeda motor di Jalan Pattimura, pelemparan rumah toko di Jalan Somba Opu, dan pelemparan mobil di Jalan Pasar Ikan dan Jalan Ujung Pandang. Pelakunya disinyalir merupakan massa salah satu kandidat yang berkonvoi.

Awalnya, rombongan sempat berorasi di sekitar Hotel Singgasana. Mereka coba merangsek masuk, tapi penjagaan sangat ketat. Seluruh sisi hotel dipasangi kawat duri dan disiagakan kendaraan taktis.

Imbas aksi anarkistis massa, sejumlah toko yang dilintasi arak-arakan itu memilih untuk menutup usahanya lebih awal. Mereka takut menjadi sasaran perusakan dan penjarahan. "Lebih baik kami tutup, daripada diserang," kata Hendrik, salah seorang pengusaha di Jalan Somba Opu.

Perkembangan terakhir, sekitar pukul 17.00 Wita, situasi memanas di Jalan Lagaligo, yang terletak di antara posko kandidat Syahrul Yasin dan Ilham Arief. Puluhan aparat Brimob yang termasuk dalam satuan petugas yang dilengkapi peluru tajam memblokade jalan. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah bentrok antara kedua pendukung. "Sudah dikerahkan Brimob disana," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Komisaris Besar Endi Sutendi.

Soal kerusuhan di sentra perekonomian, kepolisian bakal melakukan penyelidikan terkait pelakunya. Dicontohkan, pada kasus pembakaran sepeda motor di Jalan Pattimura, disinyalir disengaja dan sudah diatur. "Motor dibakar punya yang konvoi. Mereka mau menarik perhatian," ujar Endi.

Ia meminta  masyarakat tidak terpancing dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Apabila terjadi kerusuhan massif, dampaknya akan dirasakan semua pihak karena bisa mempengaruhi perkembangan ekonomi dan pembangunan Sulsel yang semakin baik setiap tahunnya. "Keamanan lingkungan harus dijaga bersama," katanya.

TRI YARI KURNIAWAN

Berita Terpopuler Lainnya:

Skandal Suap PKS, Ada Wanita Sedang Bermesraan

Kurir Suap Daging Ditangkap Bersama Gadis Muda

Tersangka Suap Daging PKS Sewa Gadis Rp 10 Juta?

Gratifikasi Seks? Presiden PKS Tersenyum

Presiden PKS Jadi Tersangka Suap Impor Daging

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X