Yusuf Supendi: Kok, Kaget PKS Terlibat Suap?

Yusuf Supendi: Kok, Kaget PKS Terlibat Suap?

Yusuf Supendi. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Yusuf Supendi, mengaku tidak terlalu kaget dengan penetapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam kasus suap impor daging. Apalagi, kekisruhan impor daging sapi sudah dua kali diangkat oleh majalah Tempo.

"Kenapa harus kaget?" kata Yusuf saat dihubungi Tempo, Kamis, 31 Januari 2013. Dia bertanya-tanya kenapa Luthfi Hasan terlibat. Apakah karena motivasi pribadi atau urusan partai. "Saya menduga dua-duanya," kata dia.

Menurut Yusuf, Luthfi memiliki tiga istri yang harus dinafkahi. Ini bisa menjadi alasan pribadi kenapa yang bersangkutan akhirnya menerima suap impor daging. Alasan kedua, menurut Yusuf, adalah untuk mendanai partai.

Sebelumnya, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi senilai Rp 1 miliar. Komisi antirasuah sudah mendapatkan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Kasus ini bermula dari ditangkapnya Ahmad Fathanah, yang diduga staf pribadi Luthfi, di Hotel Le Meridien di Jakarta. Saat penangkapan, ditemukan uang Rp 1 miliar yang ditengarai berasal dari Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, dua pengusaha PT Indoguna Utama, importir daging sapi.

Dia meminta ada pendalaman, mengenai berapa persen yang disetorkan ke kas partai. Selain itu, KPK diminta menyelidiki berapa persen uang suap ini yang masuk ke bos besar partai. Namun, Yusuf enggan menyebutkan nama bos besar partai. "Anda sudah tahu, kan?"

Yusuf Supendi adalah salah satu pendiri PKS. Dialah yang pada Maret tahun lalu menuding para pentolan PKS terlibat dalam sejumlah perkara rasuah. Yusuf antara lain mengungkapkan bahwa Luthfi menerima dana dari Jusuf Kalla sebesar Rp 34 miliar saat pemilihan presiden pada 2004. Tudingan ini sudah dibantah Luthfi, yang ketika itu sebagai bendahara umum.

Kedua, Yusuf mengatakan mengenai penggelapan dana Rp 10 miliar rupiah oleh Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta saat Pilkada DKI 2007. Ketiga, Yusuf mengungkapkan Ketua Majelis Syuro PKS, pejabat tertinggi di PKS, Hilmi Aminuddin, sangat gesit mengumpulkan setoran untuk memperkaya diri sendiri. Anis dan Hilmi sudah membantah tudingan tersebut.

WAYAN AGUS PURNOMO

Berita Heboh Lain

Ibu Raffi Datang ke BNN Naik Hummer

Ahok Ubah Metode Menempati Rusun

Raffi Ditangkap, Apa Kata Peramal Soal Karirnya?

Komentar (13)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
KETIKA KEPENTINGAN MEREKA TERUSIK ------------------------- Ingatkah Kita.......???? 1. Saat PKS gencar mengkampanyekan bahwa Israel-Amerika adalah teroris dunia, tiba2 yayasann al-haramain yg dipimpin Hidayat Nur Wahid (HNW) dituduh sbg jaringan al-qaida. Yang pada akhirnya, Kedubes AS di Indonesia mengakui kesalahannya! 2. Saat PKS melalui menterinya (Nur Mahmudi Ismail/menteri kehutanan) gencar melawan pembalakan liar, tiba2 Suripto (sekjen Menhut) yg juga anggota dewan pakar PKS dituduh melakukan mark-up pembelian helikopter. Yang akhirnya tidak terbukti! 3. Saat PKS melalui kader2nya di DPR vokal terhadap kasus bank Century, tiba2 Misbakhun (anggota DPR/FPKS) dijadikan tersangka dan sempat merasakan penjara dgn tuduhan LC fiktif di Bank Century. Yang pada akhirnya Misbakhun dinyatakan TIDAK BERSALAH oleh Mahkamah Agung! Kini.... Saat PKS melalui menterinya (Suswono/Menteri Pertanian) gigih menolak import daging asal amerika, sehingga membuat amerika melaporkan Indonesia ke WTO, tiba-tiba Luthfi Hasan Ishaaq (Presiden PKS) dituduh AKAN menerima suap soal daging sapi impor. Dari rentetan peristiwa tersebut terlihat begitu jelas bahwa fitnah terhadap PKS akan dibuat sesuai dengan apa yang sedang diperjuangkan PKS untuk kepentingan rakyat dan bangsa. buka ini : http://news.liputan6.com/read/500992/kpk-presiden-pks-bukan-ditangkap buka ini : http://www.islamedia.web.id/2013/01/inilah-rahasia-dibalik-ketangguhan.html buka ini : http://www.islamedia.web.id/2013/02/prof-jimly-asshiddiqie-kuatir.html buka ini : http://www.islamedia.web.id/2013/02/kebijakan-impor-daging-indonesia.html buka ini : http://www.youtube.com/watch?v=fgl9gYGYRbI
1
0
majalah tempo adalah majalah fitnah yang beraninya sama PKS karena klo ke partai lain takut di tuntut balik soalnya memang majalah tempo dikenal ditengah masyarakat sebagai majalah gosip/fitnah ... klo mau fitnahnya berita ya baca koran tempo .. tapi lama kelamaan tempo oplahnya menurun terus soalnya masyarakat lebih senang baca berita yang bisa dipertanggungjawabkan sumbernya dari pada baca tempo yang sumbernya kadang cuman katanya katanya... apalagi yang ditanya adalah orang yang membenci orang yang diangkat beritanya .. jadi klop. Yusuf supendi dipecat dari PKS karena korupsi malah dijadikan nara sumber padahal dia sekarang sudah di partai gerindra
1
0
Seharusnya pak Yusuf lebih bijaksana dalam memberi komentar apalagi pada media.. janganlah kita memakan daging saudara sendiri.. apalagi masalah ini masih belas jelas kebenarannya.. jangan sampai kita menjadi salah satu yang ikut2an menyebarkan fitnah..
0
0
ingat kah kita 1. saat PKS melalui mentri kehutanan ( Nur mahmudi Ismail ) gencar melawan pembalakan liar, tiba2 Suripto ( sekjen menhut) yg juga anggota PKS dituduh melakukam Mark-up pembelian helikopter..yg akhirnya tdk terbukti. 2. ingatkah kita saat kader PKS vokal thd kasus century, Tiba2 Misbakun ( kader PKS )di jadikan tersangka sampai di penjara, akhir nya juga di putus tdk bersalah Oleh MA. 3. Kini saat PKS melaui Mentan ( Suswono ) gigih menolak impor daging asal amerika, sehingga membuat Amerika melaporkan ke WTO, tiba2 Presiden PKS di tuduh AKAN MENERIMA SUAP ?
0
1
Manusia hidup normal siapa sich yg gak mau duit ?? Tapi duit apa dulu..??? AGAMIS belum jaminan tdk mau sama duit haram. klo kebutuhan mendesak,..apalagi ada kesempatan..!!! Waspadalah kata ''BANG NAPI'' gkgkgkgk
Selanjutnya
Wajib Baca!
X