Wakil Wali Kota Balikpapan Dituduh Jual Tanah Pemda

Wakil Wali Kota Balikpapan Dituduh Jual Tanah Pemda

TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur geger oleh beredarnya pesan singkat ke ponsel milik pejabat, anggota DPRD hingga wartawan setempat. Isi pesan singkat ini soal penjualan sejumlah aset tanah daerah oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Heru Bambang.

"Saya juga kemarin malam menerima SMS (short message service) di ponsel saya soal penjualan aset tanah itu," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy, Senin, 4 Februari 2013.

Meledaknya kasus itu membuat Rizal menggelar jumpa pers dalam penyampaian seputar permasalahan penjualan aset ini. Namun, Heru sendiri tidak terlihat menghadiri jumpa media ini. "Pak Heru tidak ada di tempat. Saya juga belum bertemu dengan beliau," katanya.

Rizal membenarkan aset tanah seperti yang disebut dalam pesan singkat itu milik pemerintah daerah. "Memang benar aset pemda, namun masih proses pengurusan sertifikat," ujarnya.

Rizal berencana mengklarifikasi kasus itu kepada wakilnya. "Kami tidak bisa berandai-andai sebelum mengklarifikasi kepada pihaknya langsung. Kita tunggu saja nanti untuk bersikap," ujarnya.

LSM Laskar Antikorupsi (LAKI) merilis dugaan penjualan aset tanah daerah seluas 7 hektare. Dari jumlah itu, Pemerintah Kota Balikpapan memegang sertifikat hak milik seluas 5,3 hektare.

Pihak swasta, PT Indonesia Merancang Bangun (IMB), disebut telah mencairkan dana pembelian sebesar Rp 9,3 miliar yang dibuktikan lewat kuitansi pembayaran bermateri yang ada tanda tangan dan nama Heru Bambang.
"Seluruh bukti ada tanda tangan Heru Bambang di atas materai," kata Ketua DPC LAKI Balikpapan, Nurdin Ismail.

LAKI menemukan aset tanah pemda seluas 5,3 hektare telah dijual kepada Andi Malik Tajuddin dengan status segel. Kemudian, Andi Malik Tajuddin memberikan kuasa kembali pada Heru Bambang untuk menjual sejumlah tanah masing masing seluas 1.250 hektare (Balikpapan), 21 hektare (Balikpapan Selatan dan Tengah), 2.500 hektare (Balikpapan Selatan dan Timur), dan 3.000 hektare (Balikpapan Utara dan Barat).

"Tanah seluas 5,3 hektare ini termasuk di antara tanah tanah yang dikuasakan Andi Malik Tajuddin kepada Heru Bambang yang kemudian dijual Rp 9,3 miliar," katanya.
Lahan seluas 21 hektare juga sudah dijual seharga Rp 94,5 miliar dengan pembayaran pertama sebesar Rp 10 miliar. Sehingga bila ditotal, Heru Bambang diduga menerima dana sebesar Rp 19,3 milir dari PT Indonesia Merancang Bangun dalam penjualan tanah itu.

Nurdin berencana membawa kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi agar segera ditindaklanjuti. Heru membantah sengaja menjual tanah aset pemda untuk kepentingan pribadi. Dia berdalih tidak mengetahui bahwa tanah yang dijualnya tersebut sejatinya adalah milik Pemkot Balikpapan.

SG WIBISONO

Berita Terpopuler Lainnya:

Yusuf Supendi: Konspirasi Suap Daging, PKS Mabuk

Kisah Penguntitan Sapi Berjenggot hingga Maharani

Terkait Penipuan, Luthfi Berutang Rp 5,5 Miliar

Anis Matta: PKS Ibarat Logo Nike

Spanduk Sapi, Anis Matta: Kami Bukan Makhluk Suci

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Musik/Film

Wajib Baca!
X