KPK: Ahmad Fathanah Operator Penerima Suap

KPK: Ahmad Fathanah Operator Penerima Suap

Penyidik KPK menggeledah kamar istri Ahmad Fathanah, di Apartemen Margonda Residence, Depok, Jawa Barat, Kamis (31/1). TEMPO/Ilham Tirta

TEMPO.CO, Jakarta --Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut Ahmad Fathanah sebagai operator penerima suap di lapangan. Di atas AF, KPK sebut ada aktor intelektual.

"Si Ahmad Fathanah di lapangan operator penerima," kata Ketua KPK Abraham Samad pada wartawan usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI, Kamis, 6 Februari 2013.

Soal siapa aktor yang menyuruh FA, Abraham tak menyebut secara gamblang. "Ada kan intelektual dagang," kata dia menginsyaratkan.

Ahmad Fathanah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama, petinggi Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus dugaan suap daging sapi impor oleh KPK. Kedua tersangka ini merupakan buah operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, Selasa, 29 Januari 2013.

Ahmad ditangkap di Hotel Le Meridien bersama seorang perempuan bernama Maharani. Saat itu ia membawa uang Rp 1 miliar yang disimpan di kantong plastik. Ahmad diduga berperan sebagai kurir pengambil suap.

Belum ada pengakuan dari AF, soal siapa pihak yang menyuruhnya mengambil duit suap itu. Tapi, LHI diduga sebagai pihak yang dimaksud KPK sebagai aktor intelektual dagang, karena kedekatan keduanya.

Soal kedekatan ini, Majalah Tempo edisi 4 Februari 2013 pernah menulis hubungan spesial antara Fathanah sudah dan Luthfi. Mereka pernah sama-sama menempuh pendidikan di King Saud University, Riyadh, Arab Saudi.

Dalam artikel majalah Tempo berjudul Dagang Kuota Partai Sejahtera, disebut pada Juli 2004, Ahmad dan Luthfi mendirikan perusahaan PT Atlas Jaringan Satu. Perusahaan ini bergerak di bidang pembangunan dan perdagangan. Dalam salinan akta perusahaan, Fathanah menggunakan nama asli: Haji Olong Achmad Fadeli Luran. Simak heboh dan panasnya suap daging impor di sini.

FEBRIANA FIRDAUS

Baca juga:

Le Meridien Pastikan Maharani Ditangkap di Kamar

Luthi Hasan Akhirnya Mengaku Kenal Ahmad Fathanah

Maharani Berbohong karena Panik dan Syok

Maharani Suciono Minta Maaf, Ungkap Duit Rp 10 Juta

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
Sangat menyedihkan sekali kalau membaca media Indonesia dari Amerika yang penuh dengan bnerita2 perbuatan tercela yaitu Korupsi yang menyengsarakan rakyat Indonesia. Hukumlah mereka seberat2nya, rampas kembali uang korupsi dan berikan kepada anak2 jalanan yang tidak menikmati sekolah.Semoga ALLAH merahmati Bangsa Indonesia ini. Belajarlah dari bangsa JAPAN yang sukses memperkecil perbuatan korupsi dengan memberikan BONUS kepada semua pekerja2 setiap 6 bulan agar mereka dapat mengawasi perbuatan korupsi di dimana mereka bekerja. Lanjutkan di website ini; http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/japaness-bonus.html
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X