indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Maharani Berbohong karena Panik dan Shock

Maharani Berbohong karena Panik dan Shock

Maharani Suciyono dalam jumpa pers di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Dalam kesempatan ini Rani menceritakan kronologis penangkapan dirinya dan Ahmad Fathanah dalam Operasi Tangkap Tangan KPK di Hotel Le Meridien serta membantah segala pemberitaan mengenai dirinya yang beredar belakangan ini. TEMPO/Dhemas reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog Tika Bisono menduga Maharani Suciyono dalam kondisi panik dan shock. Sehingga kalimat yang keluar dari mulutnya bisa saja tidak sesuai kenyataan.

“Keluarnya enggak terkontrol,” ujar psikolog Tika Bisono, mengomentari kasus Maharani Suciyono, mahasiswi yang ikut diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi saat bersama Ahmad Fathanah, anak buah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, pada Selasa malam lalu, 29 Januari, di Hotel Le Meridien.

Menurut Tika, bisa saja Maharani panik karena kondisinya tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Bisa jadi saat itu Maharani sedang dimanfaatkan.

“Siapa tahu dia cuma ditawarin tentang tambahan uang saku, eh tahunya disuruh ngapa-ngapain, namanya juga mahasiswi,” ujarnya. Namun, Tika menjelaskan, memang ada mahasiswi yang mengerjakan hal-hal yang tidak selayaknya pelajar lakukan.

“Dia didampingi pengacara itu karena pengacara bisa jadi penjernih,” kata Tika Bisono saat dihubungi Tempo, Rabu, 6 Februari 2013. Menurut Tika, pengacara bisa membantu Maharani untuk mengatakan hal yang lebih masuk akal.

Tentang menghilangnya Maharani selama beberapa hari sebelum konferensi pers, Selasa, 5 Februari 2013, Tika menganggap memang itu yang seharusnya dilakukan Maharani. “Memang harus menenangkan diri dulu,” kata dia. Saat menenangkan diri, Maharani harus dikelilingi oleh orang-orang yang tepat. “Untuk melindungi dia juga."

Keluarga, sahabat, pengacara, dan psikolog merupakan orang yang tepat untuk memberikan kenyamanan bagi Maharani. “Maharani harus masuk ke area strategis, dalam kondisi ini kan dia posisinya awam,” kata dia.

Tadi malam, Rani mengaku saat diamankan oleh KPK, ia dan Ahmad Fathanah sedang berada di kafe yang terletak di lobi Hotel Le Meridien. "Saya memang di lobi sedang berdua saja. Kafenya di lobi di lantai dasar," kata Rani dalam konferensi pers di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Februari 2013.

Namun, petugas keamanan Hotel Le Meridien membantah keterangan Maharani. "Tidak ada penangkapan di kafe. Yang ada, rame-rame dari atas terus ke parkiran," kata salah seorang pelayan kafe yang minta namanya tidak ditulis.

TRI ARTINING PUTRI

Berita Terkait:

Terima Rp 10 Juta, Maharani: Saya Enggak Munafik
Pengganti Anis Matta Diumumkan Senin
PKS Kediri Klaim Masih Solid
Luthfi Hasan Ishaaq Resmi Mundur dari DPR
Maharani Akan Jelaskan Posisinya Malam Ini

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X