Polisi Jebak Mahasiswa IPB Pengelola Situs Prostitusi

Polisi Jebak Mahasiswa IPB Pengelola Situs Prostitusi

Ilustrasi prostitusi online. asiaone.com

TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Daerah Jawa Barat telah menangkap HFIH, pengelola situs prostitusi online www.bogorcantik.blogspot.com, Jumat, 8 Februari 2013. Sebelum melakukan peringkusan, polisi terlebih dulu menjebak HFIH dan kaki tangannya, tiga remaja putri: M, 17 tahun; M (16); serta D (18).

"Pelaku ditangkap dengan cara dijebak supaya mereka datang ke suatu tempat, kamar Hotel Papaho," kata Kepala Polda Jawa Barat Tubagus Anis Angkawijaya, Sabtu, 9 Februari 2013. "Setelah mereka berkumpul, barulah kami gerebek."

Polisi menangkap HFIH dan ketiga remaja perempuan itu kala mereka berada dalam kamar nomor 5, Hotel Papaho, Kota Bogor. Namun, menurut Tubagus, ketiga perempuan itu hanya korban perdagangan yang dilakukan HFIH. Dan rencananya, polisi bakal memberikan pembinaan kepada ketiganya. "Yang sudah jelas kami tindak itu si pelaku mahasiswa, pengelola situs," ujar dia.

Soal kabar bahwa HFIH adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Tubagus pun membenarkannya. Bahkan, menurut penyidik, HFIH jago bermain Internet. "Ya, dia mahasiswa sebuah perguruan tinggi terbaik dan terkenal di Bogor," jawab Tubagus kala ditanya soal status pendidikan HFIH di IPB.

Kini, HFIH dan tiga remaja perempuan itu tengah meringkuk di ruang tahanan Polda Jawa Barat. Dan dari hasil pemeriksaan awal, HFIH diduga menyediakan serta memperdagangkan perempuan secara online sejak enam bulan lalu dengan tarif berkisar Rp 1,5 juta.

Pada saat penggerebekan, polisi menyita barang bukti: komputer jinjing, empat telepon genggam, dan sebuah sepeda motor matic Vario T-3660-UM. Pelaku dijerat Pasal 30 dan 35 Undang-Undang Antipornografi, Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Perlindungan anak, dengan ancaman penjara 12 tahun.

ERICK P. HARDI

Terpopuler:

Penjualan Bayi, Polisi Periksa Pegawai Catatan Sipil

Polisi Terus Telisik Situs Prostistusi Online

Kampung Pulo Kembali Banjir Capai 2 meter

Iklan Jual Bayi di Tokobagus, 11 Saksi Diperiksa

Curi 5 Laptop di Kamar Kos, Ibu Muda Ditangkap

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
1
Masalahnya bukan hanya: situs porno dan 'perdagangan' tapi juga kenapa bisa sampai ada 'perdagangan'. Tentunya karena adanya permintaan. Ini hukum ekonomi yang sederhana. Sehingga kita jangan saja menyelesaikan masalah 'perdagangan' tapi juga mengkaji 'permintaan' sebab 'perdagangan' tetap akan berlangsung jika tetap ada 'permintaan'. Dan selain 'perdagangan' dan 'permintaan', perlu diliat juga mengenai 'yang diperdagangkan'. Kenapa sampai mau didagang? dan bagaimana menyelesaikan masalah itu? jika tetap ada yang mau didagang, tentu perdagangan juga tidak akan kehabisan bahan dagangan. Tetap saja laris. Namun yang rasanya menyedihkan, ssampai hati kita manusia saling mendagangkan sesama. Apa ini karena kurangnya didikan di keluarga dan komunitas? atau ini hanya masalah perut?
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X