Menteri Luar Negeri Jerman Tinjau Borobudur

Menteri Luar Negeri Jerman Tinjau Borobudur

Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) mengangkut terpaulin yang akan digunakan untuk menutupi 43 stupa teras dan stupa utama Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (11/1). TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle, mampir ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk melihat uji coba alat semprot partikel relief, Minggu, 10 Februari 2013. Menteri Luar Negeri Jerman berada di Borobudur selama 1,5 jam, atau pukul 12.30-14.00 WIB. Di sana, ia berkeliling candi dan melihat uji coba micro-blasting atau alat semprot partikel atau pasir halus yang ada di relief Candi Borobudur.

“Alat itu hari ini diuji coba di sebuah batu datar, belum langsung ke relief. Balai konservasi bersama peneliti dari Jerman masih terus meneliti,” kata juru bicara Balai Konservasi Borobudur, Panggah Ardiyansyah.

Kedatangan Westerwelle bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel, untuk pertama kali ini merupakan rangkaian kunjungan bilateral. Di Indonesia, Westerwelle mengawali kunjungan pertamanya di Borobudur. Jerman memberikan sumbangan besar dalam konservasi candi pasca erupsi Gunung Merapi.

Pemerintah Jerman, melalui UNESCO, bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur, meneliti tentang pelestarian Candi Borobudur. Pemerintah Jerman mengirim empat peneliti, tiga di antaranya dari Jerman dan satu dari Jepang, untuk meneliti Candi Borobudur. Penelitian meliputi pemetaan jenis batu-batuan pada relief candi dan pemeliharaan candi. “Penelitian ini bertujuan mengatasi kerusakan bebatuan pada relief candi,” kata Panggah.

Peneliti dari Jerman datang ke Borobudur pada Januari 2012. Mereka juga memberikan pelatihan kepada petugas Balai Konservasi Borobudur. Semua dana penelitian berasal dari bantuan Pemerintah Jerman senilai 38.102 Euro. Penelitian akan terus berlanjut sebagai bentuk kerjasama bilateral kedua negara.“Penelitian hingga kini masih berlangsung, sehingga belum ada kesimpulan akhir. Ini penelitian pendahuluan,” ujar Panggah.

SHINTA MAHARANI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X