indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Jejak Anis Matta di Tas Ahmad Fathanah

Jejak Anis Matta di Tas Ahmad Fathanah

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Fathanah adalah orang kepercayaan mantan Presiden PKS Luthi Hasan Ishaaq. Meski begitu, pria bernama asli Haji Olong Achmad Fadeli Luran itu juga dekat dengan Anis Matta, Presiden PKS pengganti Luthfi. Jejak Anis ada di dalam tas Ahmad yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fakta tersebut diungkap Majalah Tempo edisi 11 Februari 2013 yang menurunkan laporan utama tentang Partai Putih di Pusaran Kasus Hitam. Laporan itu membuka fakta tentang kasus dugaan suap yang melibatkan Luthfi dan pentolan PKS lainnya.

Kejadian sebelum Ahmad diringkus KPK beberapa jam sebelumnya pada Selasa, 29 Januari 2013, menggambarkan kedekatannya dengan Anis Matta yang saat itu menjabat Sekjen PKS. Pada Selasa siang dua pekan lalu, dari apartemen Margonda Residence, Depok, tempat tinggalnya, Ahmad meluncur ke Senayan. Di gedung DPR, ia menemui Luthfi dan Anis.

Luthfi, anggota Komisi Pertahanan DPR, diduga memerintahkan Ahmad mengambil uang Rp 1 miliar. Lokasi pengambilan: kantor PT Indoguna Utama, pengimpor daging sapi, di Jalan Taruna Nomor 8, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ahmad kemudian juga menemui Anis.

Ahmad bukan pula orang asing bagi Anis. Petunjuknya ada di dalam tas jinjing Ahmad yang disita KPK setelah ia ditangkap di kamar 1740 Hotel Le Meridien bersama perempuan muda bernama Maharani, Selasa malam dua pekan lalu. Beberapa lembar salinan sertifikat rumah atas nama istri pertama Anis, Anaway Irianti Mansyur, terselip di dalam tas pria itu.

Dimintai konfirmasi pada Kamis pekan lalu, Anis tak membantah kenal Ahmad. Dia menyatakan tahu karena keluarga lelaki itu merupakan pengasuh pondok pesantren terkenal di Sulawesi Selatan, tempat asalnya. Anis mengatakan lupa waktu terakhir kali Ahmad datang ke ruangannya--yang pasti, kata dia, bukan Selasa siang dua pekan lalu, sebelum Ahmad ditangkap KPK. Ketika itu, Ahmad membawa seseorang yang berniat menjadi calon Gubernur Nusa Tenggara Barat. “Kami membahas persiapan pilkada di beberapa tempat,” kata Anis.

TIM TEMPO | AMIRULLAH

Berita terpopuler:

Pendiri Akui PKS Memang Ikhwanul Muslimin
Kader PKS Juga Pernah Bermasalah Soal Perempuan
Yusuf Dipecat Agar Tak Ada Mentari Kembar PKS
Agnes Tampil di Acara Pra-Grammy
FPI Solo Desakkan Pembubaran Densus 88