Ini Alasan Paus Benediktus XVI Mundur

Ini Alasan Paus Benediktus XVI Mundur

Dalam pernyataannya, Paus Benediktus XVI mengatakan, "Setelah berulang kali mengkaji suara hati saya di depan Tuhan, saya mendapatkan kepastian bahwa kekuatan saya tidak lagi cocok untuk melanjutkan tugas di Santo Petrus. REUTERS/Osservatore Romano/Files

TEMPO.CO, Roma - Pengunduran diri Paus Benediktus XVI diungkap oleh kakak kandung Benediktus, Monsignor Georg Ratzinger kepada media.

Berbicara kepada BBC dari kediamannya di Regensbur, Jerman, Georg Ratzinger, mengatakan, adiknya disarankan oleh dokter pribadinya agar supaya tidak melakukan perjalanan jauh dan mempertimbangkan mengundurkan diri dalam beberapa bulan ke depan.

Pria 89 tahun itu menjelaskan kepada Associated Press, adiknya yang bernama asli Joseph Ratzinger itu mengalami kesulitan berjalan dan penguduran diri itu bagian dari proses yang alami.

“Usialah yang membuatnya berat,” kata Ratzinger. “Pada usia seperti ini, adik saya benar-benar ingin istirahat.”

Paus Benediktus XVI merupakan Paus tertua ketika dipilih pada 19 April 2005 usianya menginjak 78 tahun. Menurut sejarawan Katolik, selama hidupnya Benediktus tak pernah bercita-cita menjadi Paus.

Penulis dan sejarawan Michael Hesemann telah menghabiskan waktu berbulan-bulan mewawancarai Monsignor Geor Ratzinger di rumahnya di Regensburg. Dia berkesimpulan bahwa kehidupannya bersama Paus dari kecil hingga menjadi sekarang (kepausan), dua bersaudara ini memiliki hubungan yang sangat dekat.

Hasil wawancara itu selanjutnya ditulis sebagai memoar Ratzinger ke dalam sebuah buku berjudul My Brother, The Pope yang diluncurkan Maret tahun lalu.

Dalam buku itu, Hesemann, seorang Katolik Jerman berusia 48 tahun, mengatakan kepada ABC News tahun lalu, dia sangat kaget melihat sikap Paus yang rendah hati, bukan seorang ambisius, pria yang tumbuh sendirian, seorang Profesor Teologi di Jerman dan tidak pernah memiliki keinginan naik tahta di gereja Katolik.

“(Paus) tidak pernah ingin menjadi seorang Uskup, Kardinal, bahkan pergi ke Roma. Beliau tiga kali menolak panggilan Paus John Paul II agar datang ke Roma namun dia akhirnya harus taat pada Paus dan, sekali lagi, beliau tidak pernah berkeinginan menjadi Paus,” kata Hesemann. “Ini bertentangan dengan rencananya. Itu rencan Allah tetapi bukan rencana Joseph Ratzinger.”

BBC | ABC NEWS | CHOIRUL

Berita terpopuler lainnya:
Inilah Pejabat yang Mengalahkan Jokowi
Ini Jejak Anas di Hambalang
Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional

Jokowi : Kecepatan Saya Baru 60 Persen
Perkenalan Eggy Sudjana Jadi Cagub Jatim Gagal

Cemburu, Siswa SMP Bunuh Temannya

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X