Jokowi Disarankan Tak Tambah Tempat Tidur Rumah Sakit

Jokowi Disarankan Tak Tambah Tempat Tidur Rumah Sakit

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di gedung Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat 27 Juli 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyarankan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak menambah tempat tidur rumah sakit. Nafsiah menuturkan lebih baik Gubernur lebih memperhatikan dan mengajarkan upaya hidup bersih dan sehat bagi masyarakat Jakarta.

"Tak perlu tambah tempat tidur. Yang penting masyarakat perlu berperilaku hidup bersih dan sehat sehingga tidak banyak yang sakit," kata Nafsiah ketika ditemui di kantornya, Kamis, 21 Februari 2013. Dia menuturkan sebaiknya pemerintah dari pusat maupun daerah lebih memperhatikan unsur pencegahan atau preventif daripada kuratif atau pengobatan.

Dengan pencegahan, kata Nafsiah, lonjakan jumlah pasien bisa dikendalikan. Dia mengatakan, jika kebersihan dan pola hidup sehat tidak dilaksanakan, sebanyak apa pun tempat tidur yang disediakan tidak akan mencukupi jumlah pasien yang datang.

Menurut standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization, kata Nafsiah, perbandingan jumlah penduduk dan tempat tidur yang tersedia adalah 1:1000. Penduduk Ibu Kota saat ini berjumlah 9,7 juta jiwa. Dari perhitungan tersebut, DKI minimal harus mempunyai tempat tidur sebanyak 9.700 unit. "Tapi DKI sudah jauh melampaui standar, memiliki hampir 20 ribu unit tempat tidur," ucap Menteri Nafsiah.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah rumah sakit di Jakarta menolak merawat pasien hingga berujung meninggalnya sejumlah pasien dengan alasan rumah sakit kurang kamar. Karena alasan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana akan menambah jumlah kamar inap dan ICU di rumah sakit-rumah sakit di wilayahnya.

SUNDARI

Baca juga
Agnes Monica, Selebrita Berpakaian Terburuk
Pecah Jalan Para Pimpinan KPK
Damar Tak Berniat Kritik Karya Andrea Hirata






Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
buuk ..bukk..pola hidup sehat kan efeknya nanti 10-20 tahun kedepan..nah kalo skrng dia sakit kanker...apakah harus hidup sehat kalo sampai mati karena tidak ada rs yg mau terima, anda mau tanggun jawab? heran deh kerjanya kementerian ini apa ya? jin depskes cuma akal2an.. tidak ada yg dilakukan utk masyarakat. tahu dan tempe berbahan boraks masih beredar, telur ayam kampung yg bohong masih byk di pasar..gimana masyarakat mau sehat. coba sedikit kerja bu..inspeksi pasar2..NATO!!!
Wajib Baca!
X