Aher Terseret Kasus Kredit BJB Surabaya

Aher Terseret Kasus Kredit BJB Surabaya

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengemasi barang di mobilnya sembari membawa kucing peliharaannya di di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (6/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta-Peneliti Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun meminta Bank Indonesia (BI) lebih proaktif dalam mengawasi Bank Jabar Banten (BJB). Pasalnya, beberapa penyaluran kredit oleh bank tersebut ditengarai dilakukan tidak dengan hati-hati. “Kan BI sudah mendeteksi adanya problem, kenapa diam saja,” tuturnya ketika dihubungi kemarin.

Selain dugaan ketidakcermatan penyaluran kredit BJB kepada PT Alpindo Mitra Baja sebesar Rp 38,7 miliar yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi Senin lalu, ada kasus lain yang melibatkan bank itu. Nama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kuasa pemegang saham terbesar bank itu, kembali disebut-sebut.

Kasus yang kini ditangani Kejaksaan Agung itu bermula saat PT Cipta Inti Parmindo mengajukan permohonan kredit pembiayaan sebesar Rp 76 miliar pada 2011 di BJB Cabang Surabaya. Eh, plafon kredit yang dikucurkan BJB malah melambung lebih dari tiga kali lipat. Dalam dokumen persetujuan kredit nomor 153/SBY-KOM/2011 tertulis kredit senilai Rp 250 miliar itu diperuntukkan buat membiayai proyek tahun 2011 yang pendanaannya diambil dari APBD dan APBN.

Pemberian kredit ini diduga melanggar sejumlah aturan, termasuk dalam soal plafon kredit yang melonjak hingga tiga kali lipat dari yang diajukan perusahaan. Direktur Utama PT Cipta Inti Yudi Setiawan menduga hal ini terjadi karena intervensi dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (lengkapnya, simak Majalah Berita Mingguan Tempo, edisi 25 Februari 2013).

Yudi bercerita, medio Agustus 2012, ia mendapat tawaran jasa pemberian kredit tambahan Rp 500 miliar melalui PT Cipta Terang Abadi, anak perusahaan PT Cipta Inti Parmindo. Saat itu ia pun sempat berbicara dengan Ahmad Heryawan—biasa disebut Aher--via telepon mengenai hal tersebut. “Pak Gubernur berjanji mempertemukan saya dengan Komisaris Bank Jabar untuk membicarakan kredit baru tersebut,” katanya.

Aher terlihat marah ketika dikonfirmasi di rumahnya. “Silakan orang mau bicara apa saja tentang saya. Saya tidak peduli. Ini sedang masa tenang. Saya mau pilkada. Saya tidak mau kasih komentar soal BJB. Itu fitnah,” ujarnya dengan nada tinggi pada Eni Saeni dan Maria Hasugian dari Tempo di rumah dinasnya kemarin pagi. (Baca lengkap di Koran Tempo Minggu 24 Februari 2013)

AYU PRIMA SANDI | RAFIKA AULIA | ANANDA TERESIA | RR ARIYANI | MBM

Baca juga
Megawati Ajak Warga Jawa Barat Memilih

Pilgub Jabar, Depok Dapat Bantuan Polda Metro

Dede-Lex Dilaporkan ke Panwaslu Depok 

Polisi Pantau Peredaran Uang Palsu Jelang Pencoblosan

KPPS Kampung Naga Ubah Garasi Jadi TPS  

Komentar (17)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
MUSLIMBERTAQWA(USA) Dari pengamatan kami, sulit bagi petinggi2 PKS untuk mengelak bahwa PKS secara institusi tidak terlibat dgn SCANDAL uang haram ini.Sebab yg melakukan perbuatan terhina dan keji ini bukan kader bawahan, tapi PRESIDENT PKS sendiri.Tdk mungkin petinggi2 PKS tidak mengetahui kakayaan yg dipamerkan oleh LHI di kantor PKS dengan beberapa mobil mewah. Sebaiknya kalau masih ada petinggi PKS atau usztad2 yg TIDAK MENERIMA uang haram SEBAIKNYA PKS DIBUBARKAN PKS agar semua kuman2 / VIRUS MUNAFIK habis, kmdn dirikan Partai Baru dengan spirit yang baru. Saya pribad dulunya sangat simpati dgn PKS,karena satu satunya petinggi Partai yang dakwah Islam, anti korupsi, menegakan pemerintahan yg bersih, menegakan keadilan dan kesejahteran untuk Rakyat, ternyata semua itu diselewengkan oleh President PKS sendiri dengan teman2ya. Nama PKS sudah rusak, dan menyakit hati umat Islam kususnya bangsa Indonesia umumnya karena merasa tertipu Saya setuju sekali bagi petinggi2 PKS yg terbuki pencuri uang rakyat, dihukum POTONG TANGAN,krn mereka umunya belajar hukum dari negeri Arab. Pemuda2 Islam yg belajar dari Timur Tengah tdk menjamin kejujuran,anti korupsi, akhlaq mulia, dan keadilan, TAPI sebaliknya memperlihatkan image Islam yg buruk, korupsi, kekerasan, penindasan dan diskriminasi kpd umat non Islam seperti negeri2 Arab yang korupsi dan diskriminasi .... LEBIH BAIK BELAJAR DARI JAPAN YG SUKSES MEMPERKECIL KORUPSI, SEJAHTERA - DAMAI RAKYATNYA, JUJUR DAN BERSIH NEGERINYA. YAITU DGN SISTEM BONUS.http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/japaness-bonus.html
1
1
Ga Mungkin Pak AHER terseret kasus begitu , ini berita fitnah bohong
0
0
media setiap terbit seharusnya berimbang, jangan sampai sering salah vonis, setelah ketahuan clear, jangan sungkan minta maaf kepada bersangkutan objek berita
0
0
Juragan lu siap sih? Tukang fitnah!!!
1
0
Dulu aku pernah langganan mjlh Tempo. Beritanya cukup berimbang, bagus lah. Tapi sekarang Tempo gak kayak dulu lg. Kebanyakan FITNAH.... Gak takut neraka ?
Selanjutnya
Wajib Baca!
X