Kereta Api Tabrak Mobil, Dua Orang Tewas

Kereta Api Tabrak Mobil, Dua Orang Tewas

TEMPO/Nita Dian

TEMPO.CO, Malang - Tabrakan antara Kereta Api Penataran jurusan Surabaya-Blitar dengan mobil Toyota Avanza bernomor polisi L-1787-CW pada Selasa, 26 Februari 2013, mengakibatkan dua orang tewas dan dua orang luka-luka. Selain itu, sisi bagian kiri mobil remuk.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Malang, Ajun Komisaris Dwi Sumrahadi, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Korban tewas adalah sopir dan seorang penumpang mobil Avanza, yakni Lukman, 51 tahun, dan Poniman, 68 tahun. Lukman, sang sopir, adalah warga Lowokwaru, Kota Malang. Sedangkan Poniman, seorang perangkat desa, adalah warga Pondok Lalang, Desa Wirosongo, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Adapun korban luka, yakni Erna Indra Winahyu, 34 tahun, warga Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, serta Aning Safitri, 20 tahun, warga Desa Muktisari, Kecamatan Kaliwates, Jember. Kedua penumpang Avanza tersebut kini dirawat di Unit Gawat Darurat RSUD Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Malang.

Menurut Aning, mereka berangkat dari Jember pada Senin siang kemarin dan bermalam di Hotel Padjajaran. Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, mereka dijemput mobil Avanza yang dikemudikan Lukman.

Dari pusat Kota Malang, mereka menuju Desa Jatiguwi untuk melihat bekas pabrik rokok yang berdekatan dengan rel kereta. Tiba-tiba dari arah timur datang Kereta Penataran dan terjadi benturan keras. Berdasarkan keterangan saksi mata kepada polisi, mobil terseret 15 meter dan sempat menghantam pagar pembatas rel.

Berdasarkan data Tempo, kecelakaan yang melibatkan kereta api merupakan yang ketiga dalam tiga tahun terakhir. Pada 5 Januari 2011, empat gerbong kereta kelas eksekutif Gajayana berjalan mundur dan menabrak tiga rumah. Satu orang tewas dan seorang patah tulang.

Kemudian pada 30 November 2012, Kereta Penataran jurusan Malang-Surabaya menabrak sebuah sepeda motor Suzuki Shogun 125 bernomor polisi N-3480-H di sebuah perlintasan kereta tanpa palang pintu di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Sang pengendara, Achmad Nurochim, warga Jalan dr. Soetomo, Kecamatan Lawang, tewas. Sedangkan temannya yang dibonceng, Anjarmoko, menderita patah tulang.

ABDI PURMONO


 


 


 


 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X