Buron Penipu Apartemen Rp 6,5 Miliar Tertangkap

Buron Penipu Apartemen Rp 6,5 Miliar Tertangkap

Apartemen. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Tim intelijen Kejaksaan Agung berhasil meringkus Hendry Daniel Setia, buron kasus penipuan jual-beli apartemen senilai Rp 6,5 miliar. Hendry adalah terdakwa yang kabur sesaat sebelum hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membacakan vonis pada 10 Januari lalu.

Pelarian Hendry selama hampir dua bulan terhenti di Pasar Babatan, Jalan Jenderal Sudirman, Ungaran, Jawa Tengah. "Tim yang sudah membuntuti berhasil meringkusnya tanpa perlawanan kemarin (Ahad, 3 Maret 2013) sekitar pukul 18.15 WIB," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, melalui pesan singkat, Senin, 4 Maret 2013.

Usai ditangkap, Hendry diinapkan sementara di Rumah Tahanan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Rencananya pagi ini sekitar pukul 7.45 WIB, tim Intelijen Kejaksaan menerbangkan Hendry ke Jakarta. "Jika tak ada hambatan, dia langsung diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk dieksekusi sesuai putusan hakim," kata Untung.

Hendry sempat membuat kehebohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 10 Januari 2013. Hendry dengan mudah kabur sesaat sebelum menjalani sidang vonis atas kasus penipuan yang dia lakukan. Sejumlah jaksa pengawal kelimpungan bukan kepalang. Bahkan, Arwanih, jaksa pengawal, sempat hampir menangis ketika tahu Hendry kabur.

Jaksa Agung Muda Pengawasan, Marwan Effendy, pun sudah menunjuk siapa jaksa pengawal yang lalai dan bertanggung jawab dalam peristiwa ini. Marwan menilai jaksa pengawal tahanan melakukan kesalahan prosedural dalam bertugas. "Terdakwa Henry dibawa dari rutan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggunakan mobil pribadi, bukan diangkut menggunakan mobil tahanan, dan di pengadilan terdakwa tidak ditahan dan tidak diborgol," kata Marwan, Februari lalu.

Atas kelalaian ini, Marwan akan menghadiahi jaksa pengawal itu dengan hukuman yang tegas. Namun, dia belum mau mengatakan hukuman apa itu.

INDRA WIJAYA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X