indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

Ini Kronologi Penyerangan TNI AD ke Mapolres OKU

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Palembang - Amukan anggota TNI Angkaran Darat di Kabupaten Ogan Komering Ulu memakan korban lima anggota Polri dan warga sipil. Kepala Kepolisian Sektor Martapura, Komisaris Polisi M. Ridwan, pun kritis dihajar sejumlah anggota TNI. "Setelah membakar Mapolres Ogan Komering Ulu, mereka menuju Mapolsek Martapura dan mengamuk di sana," ujar juru bicara Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar R. Djarod.

Berikut ini kronologi singkat penyerangan menurut pihak Polda Sumatera Selatan:

Pukul 08.30
Sekitar 75 personel TNI Yon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kamis pagi, mendatangi Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka hendak berdialog soal penanganan kasus tertembaknya TNI Prajurit Satu Heru Oktavianus oleh anggota Polres OKU, Brigadir Wijaya, dua bulan lalu yang tak jelas ujungnya. Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra, sedang tak berada di tempat.

Personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Markas Polres OKU. Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Rencananya, mereka akan diterima oleh Kepala Bagian Operasi Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S. Jaya.

Pukul 09.00
Sejumlah anggota TNI mulai mengamuk di dalam Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga Polres OKU. Mereka adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M., dan Asrul Hasibuan, yang merupakan petugas kebersihan.

Pukul 10.00

Anggota TNI meninggalkan lokasi yang sudah terbakar menuju markas Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik, Martapura.

Pukul 10.30
Rombongan TNI tak langsung kembali ke markas. Mereka berbelok menuju Mapolsek Martapura dan menghancurkan kantor Polsek Martapura. Kompol M. Ridwan yang berada di tempat pun langsung menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota TNI AD.

Pukul 11.00
Puas memporak-porandakan Mapolsek Martapura, rombongan tentara kembali ke markas.

PARLIZA HENDRAWAN

Berita Terkait :
DPR Sebut Keakraban TNI-Polri Semu

Polri Dinilai Sudah Kehilangan Wibawa

Polisi dan TNI Diminta Akur Amankan Pemilu

Pangdam Aceh Akui Pembinaan Prajurit Masih Lemah

KSAD Minta Restrukturisasi CPM AD Dituntaskan


Topik:
Bentrok TNI Vs Polri










Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
2
4
ini kronologi versi polri... kronologis versi anggota TNI jg pasti ada.. ga mungkin ujuk2 para anggota TNI ngamuk sedemikian rupa.. knapa penaganan pembunuhan tdk terbuka sehingga membuat para anggota tersebut kesal.. apalagi hal sperti ini jelas2 sgt sensitif.. so polisi ini merasa paling hebat makanya pada songong.. sudah selayaknya institusi polri dibawah Mendagri
1
7
memang perlu pelajaran seperti ini, untuk merasakan apabila polisi membantai warga seperti ini rasanya, ternyata mereka juga terbirit birit lari ketakutan (polisi red)
2
6
TNI kami salut atas tindakan anda semua. MERDEKA buat TNI !!!
2
5
Saya gak yakin kronologis sesederhana ini,kalau buat jgn nanggung boss,ini gak bener..wartawan anda meliput gak imbang dlm menggali info yg akurat,hal ini akan menimbulkan keresahan,bila ada peliputan yg dilandasi suap.. !
; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X