Ricuh Bonek vs Aremania Dipicu Tewasnya Bonek

Ricuh Bonek vs Aremania Dipicu Tewasnya Bonek

ANTARA/Zainuddin MN

TEMPO.CO, Surabaya - Kericuhan pendukung laga Gresik United melawan Arema, Kamis, 7 Maret 2013, diduga dipicu tewasnya seorang Bonek suporter Persebaya Eric Setiawan. Eric, yang tewas di Jl. Wahidin depan Kantor Pertanian, Gresik, diduga korban salah sasaran massa beratribut Aremania.

Insiden ini pun memicu kemarahan Bonek. Menurut Koordinator Bonek liar Bram Oky, sejumlah Bonek mencoba menghadang rombongan Aremania di tol arah Malang. Terjadilah kerusuhan di akhir pertandingan Gresik vs Arema. Massa Bonek melakukan sweeping di tol, mencari kendaraan berplat nomor N ataupun massa beratribut Aremania.

Gerakan mereka dihadang polisi. Kepolisian menutup akses jalan tol dan melarang semua kendaraan melintasi tol arah Mojokerto dan Malang. Kericuhan berlanjut. Ratusan polisi dikerahkan untuk mengamankan jalan tol yang telah dikepung massa Bonek. Kericuhan sampai melibatkan warga.

Hingga Kamis malam tadi, Bonek mengepung tol terutama di KM 5 dan 6. Kepala Polisi Resort Kota Besar Komisaris Besar Tri Maryanto mengerahkan tambahan personal di lokasi untuk berjaga-jaga. Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat terkena gas air mata dan mendapatkan perawatan medis.

Gesekan berlanjut, namun kali ini Bonek bentrok dengan polisi. Bram menuturkan bentrok terjadi lantaran polisi bersikap represif. "Mereka menembakkan gas air mata ke massa, kalau begini terus enggak berhenti-henti," kata Bram.

Dari atas jembatan tol, Pasukan Anti Huru-hara Kepolisian Daerah Jawa Timur nampak menembakkan water canon. Tidak lama kemudian, gas air mata ditembakkan berkali-kali untuk menghalau massa Bonek. Massa yang mengamuk membakar truk di KM 12.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat, 8 Maret 2013, polisi mulai menghalau massa di pintu keluar Tol Banyu Urip di Jl. Simo Kalangan Surabaya. Bonek yang berbaur dengan warga lari ke perkampungan. Kini kondisi berangsur-angsur kondusif. Meski polisi dan Komando Distrik Militer Kecamatan Sukomanunggal masih berjaga di lokasi.

Informasi yang diterima Tempo, rombongan Aremania terus mendapat perlawanan dari warga saat melintasi kawasan Krian dan Mojokerto.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
2
Ono wae... tawuran maneh... ULTRAS TRIMAKASIH SALAM PERSAHABATAN.... BONEK KOK IKUT2 YA....????
1
4
Mau sampai kapan gini terus??? Kalau ada masalah diselesaikan baik-baik. Bangsa ini mau kemana para pemimpin. Tolong secepatnya diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Setiap kali ada pertandingan selalu ada masalah , seharusnya dengan pertandingan kita bisa bangun persahabatan. ?........?.........? Bangsa ini sedang sakit.
16
28
hai aremania yang laga kmrn itu gresik vs arema, knp warga sby khususnya daerah sekitar jln tol sby- gempol terutama daerah simo di lempari batu rmh2 warga dan sampai aremania berhenti turun dari jln tol menyerang warga sambil bawa senjata tajam, sampai ank kcil pun kamu sabet gara2 pkek kaos bonek dan ibu2 hamil pun di aniaya itupun blm warga2 lain yg gk tau apa2.. kalo km emang aremania sejati lawan la bonek jgn warga. hancurkan aremania dan bunuh aremania di sini bonek menantangmu. AREMA JANCOK DI BUNUH AJA SALAM BONEK SATU NYALI WANI
54
62
arema di jawa timur gak ada tempat, tempatnya di sampah....arema di jatim hanya akur ma jongos setianya LA dan Delta....selebihnya adalah musuh. itu akibat kesombongan mereka sendiri....arema punya nama bagus cuma di jakarta doang itupun pake ngemis ngemis ma the jakncuk biar bisa nonton disenayan. makanya sadarlah arema selama ente sombong, maka seluruh fans bola di jatim akan memberi hadiah batu dan kematian buat kalian.
32
37
AREMANIA, kalau gak diganggu ya gak ganggu, goblok !
Selanjutnya
Wajib Baca!
X