indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pony Ma, Raja Internet Penemu Wechat

Pony Ma, Raja Internet Penemu Wechat

Aplikasi chatting di ponsel WeChat mulai masuk Indonesia dengan menggandeng bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo.

TEMPO.CO, Jakarta - Ma Huateng, 41 tahun, adalah orang yang berada di balik kesuksesan Tencent, perusahaan Internet terbesar keempat setelah Google, Amazon, dan eBay. Dia juga sukses meluncurkan WeChat.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 80 miliar atau sekitar Rp 770 triliun, Tencent berada di atas Facebook, dengan kapitalisasi pasar US$ 64 miliar atau sekitar Rp 620 triliun.

Pony Ma--sapaan Huateng--lahir di Guangdong, Cina. Dia berkuliah di Universitas Shenzhen sebelum mendirikan Tencent pada 1998 di Kota Shenzhen.

Sebelum meluncurkan WeChat, perusahaan ini meluncurkan Tencent QQ, yang sangat populer di Cina. Tencent QQ adalah layanan instant messenger untuk komputer desktop dan laptop, yang terinspirasi oleh layanan sejenis dari AOL.

Tencent memiliki jumlah pengguna sekitar 184 juta hingga September tahun lalu. Dari sini, Pony Ma meluncurkan layanan online game populer berjudul Legenda Yulong dan Legenda Xuanyuan.

Kedua online game tersebut mendorong pendapatan perusahaan hingga 50 persen lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Menurut Forbes, jumlahnya mencapai US$ 5,1 miliar atau sekitar Rp 49 triliun dengan laba sekitar US$ 1,5 miliar, atau setara dengan Rp 14,4 triliun.

Banyak orang menilai layanan Pony Ma tak orisinal karena mencontoh dari layanan yang ada, lalu dibuat versi Cinanya. Menanggapi tudingan ini, dia mengatakan, "Apa orang tak boleh membuat mobil hanya karena ada yang telah membuatnya terlebih dahulu?"

Dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes yang dirilis pekan lalu, Pony Ma menempati peringkat ke-173 di belakang Robin Li dari Baidu--perusahaan Internet lainnya di Cina.

Sedangkan di Cina, Pony Ma menempati peringkat keempat. Saat ini kekayaannya ditaksir senilai US$ 6,8 miliar (Rp 65,3 triliun). Kini dia berharap bisnisnya tumbuh lebih besar lagi. Di Indonesia, WeChat menggandeng taipan Harry Tanoe.

FORBES | BUDI RIZA

Berita Terpopuler Lainnya:
WeChat dan Beragam Aplikasi Pesan Instan dari Asia
Poke & Snapchat, Pesan 10 Detik Rival Wechat

WeChat Incar 200 Juta Pengguna

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X