Yudhoyono Larang Ketua Demokrat Maju Pilpres

Yudhoyono Larang Ketua Demokrat Maju Pilpres

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA/Andika Wahyu

TEMPO.CO , Jakarta: -Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyatakan, Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono melarang Ketua Umum Demokrat mencalonkan diri menjadi presiden ataupun wakil presiden. Yudhoyono, menurut dia, meminta ketua umum terpilih nanti harus berfokus pada pembenahan di lingkup internal Demokrat. ”Ketua umum yang baru harus mampu berdiri di atas semua golongan dan menyatukan berbagai kepentingan yang bermain di kalangan internal Demokrat,” ujar dia di kompleks parlemen Senayan, Senin lalu.

Meski demikian, Nurhayati enggan menyebutkan nama-nama yang dianggap memiliki kans untuk membesut partai berlambang mercy tersebut. ”Ditunggu saja,” ujar dia.

Demokrat berencana menggelar kongres luar biasa di Bali pada akhir Maret ini. Agenda utama kongres adalah memilih ketua umum baru pengganti Anas Urbaningrum, yang mundur karena terbelit kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Demokrat memastikan sudah memiliki ketua umum baru sebelum batas akhir penyerahan daftar calon legislator sementara pada 9 April mendatang.

Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Ramadhan Pohan mengisyaratkan, sejumlah kandidat berasal dari kalangan internal dan eksternal partai. Dari kalangan internal, dia menyebutkan nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie. Calon lain yang mungkin bakal diusung dari kalangan eksternal adalah Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo, yang juga ipar Yudhoyono.

Dari kubu Anas, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Saan Mustopa tidak menutup kemungkinan bakal ikut bertarung memperebutkan pucuk pimpinan Demokrat. Sejauh ini komunikasi dengan kader di daerah tidak pernah terputus. Apalagi, kata dia, Anas memiliki kekuatan yang mengakar di lingkup internal Demokrat. "Soal bagaimana ke depan, lihat saja nanti,” ujar Saan.

Sosok lain yang dijagokan Ramadhan adalah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md., dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Ramadhan menjelaskan, syarat mereka bisa dipilih adalah memiliki kartu tanda anggota, bukan tergantung lama-tidaknya menjadi anggota. "Mereka kan statusnya bebas transfer,” ucapnya.

Namun, berbeda dengan Ramadhan, Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua mengatakan calon ketua umum adalah mereka yang mendalami kultur partai secara utuh. Menurut Max, sosok yang mudah paham kultur partai adalah kader yang terbina selama 10 tahun di Demokrat. "Mereka yang seumur dengan usia partai," ucapnya.

Max merasa prihatin terhadap slogan Demokrat yang mengklaim sebagai partai kader, tapi masih mencari pemimpin dari luar kader. Dia mengutip pernyataan Yudhoyono yang intinya menyebutkan bahwa pemimpin bukan jabatan instan. Mengakomodasi calon non-kader, kata Max, bisa saja dilakukan. “Asalkan Demokrat tidak mampu menghasilkan pemimpin dari internal.”
WAYAN AGUS PURNOMO | BOBBY CHANDRA
Berita terpopuler:

Ahok Tak Setuju Hercules Main Hakim Sendiri

Pekerja Ruko Bersyukur Kelompok Hercules Ditangkap

Sutan: Calon Ketua Umum Jangan Pakai Politik Uang

Prabowo Minta Hercules Berjiwa Kesatria

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X