Turnamen Nasional Wushu di Balikpapan

Turnamen Nasional Wushu di Balikpapan

Ilustrasi Wushu. crayoncrisis.com

TEMPO.CO, Balikpapan - Sebanyak 60 atlet olahraga wushu dijadwalkan ikut dalam Kejuaraan Nasional Wushu memperebutkan Piala Wali Kota Balikpapan pada 15-17 Maret. Turnamen ini merupakan rangkaian perayaan hari jadi kota Balikpapan ke-116 dan akan dilaksanakan di Balikpapan Super Block (BSB).

“Kita undang seluruh pengurus cabang se-Indonesia, termasuk sasana atau perguruan wushu, dan sudah ada beberapa pengurus cabang yang mendaftar dan akan mengirimkan atletnya,” kata Sekretaris Pengurus Cabang Wushu Balikpapan, Effendi Bachtiar, Kamis, 14 Maret 2013.

Effendy menyebutkan sedikitnya ada 10 kelas putra-putri yang akan dipertandingkan di turnamen ini. Mereka akan dipisahkan sesuai katagori kelas yang diperlombakan antara 48 kilogram hingga 70 kilogram. “Semua kelas akan dipertandingkan,” kata dia.

Dalam kejuaraan ini, panitia menyediakan trofi serta uang pembinaan, yakni juara I sebesar Rp 5.000.000, juara II sebesar Rp 3.000.000, dan juara III sebesar Rp 2.000.000. Hadiah itu berlaku untuk semua kelas yang dipertandingkan.

Menurut Effendi, kejurnas tersebut merupakan yang pertama digelar di Kalimantan. Rencananya, kegiatan ini akan digelar secara rutin saban tahun oleh Pengurus Cabang Wushu Balikpapan. Dari hajatan ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial masa depan yang siap mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Di Kalimantan Timur, kata Bachtiar, atlet wushu rata-rata sudah memiliki prestasi yang cukup baik. Karena itu, hampir seluruh pengurus cabang di Kaltim menyertakan atletnya. Misalnya, pengurus cabang Bontang, Samarinda, Tenggarong, dan Balikpapan.

Ketua Panitia Pelaksana Achmad Betawi menyatakan panitia sudah siap menggelar kejuaraan nasional ini. “Pertandingan digelar di BSB agar masyarakat bisa menyaksikan karena ini bukan hanya ajang prestasi, tapi juga hiburan,” ujarnya.

SG WIBISONO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X