Kisah Hercules, Bos Preman dari Tanah Abang

Kisah Hercules, Bos Preman dari Tanah Abang

Hecules (kanan) bersama tokoh pemuda asal Pulau Kei, Maluku Daud Tretob Kei (kiri) memberikan keterangan bersama di Kawasan Karet Tengsin, Jakarta, (24/3). TEMPO/Arnold Simanjuntak

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan preman Tanah Abang yang juga dekat dengan Hercules Rozario, Anton Medan mengakui sosok Hercules sebagai orang yang pandai berkawan. Dia terbilang loyal terhadap anggota kelompoknya. Hecules pun tak pemilih dalam merekrut anak buah. Kelompok Hercules tak hanya berasal dari daerah Timur tapi juga dari Medan, Palembang, dan Betawi. Anton juga menyebut banyak pengangguran yang masuk jadi anggotanya. “Mungkin karena banyak anggotanya ini beban dia jadi tinggi sehingga tetap terjerat dalam premanisme.”

Kemampuan Hercules membangun jaringan, menurut Anton juga sudah terkenal di kalangan kelompok preman di Jakarta. Dulu saat datang ke Jakarta pada 1987, Hercules datang sebagai pekerja bengkel di Tanah Abang. Dia bahkan sempat tinggal di kolong jembatan.

Semakin hari, di pusat perdagangan garmen ini, nama Hercules mulai terkenal. Pada 1997, kekuasaan Hercules meredup yang ditandai oleh pertikaian yang berakibat dua anak buahnya tewas. Ia ribut melawan kelompok pimpinan Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, yang didukung warga sekitar.

Pada Desember 2005, pria kelahiran Dili, 45 tahun lalu itu sempat ditahan selama 60 hari di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Saat itu sekitar 20 anak buahnya menyerbu kantor redaksi sebuah surat kabar karena tidak puas atas pemberitaan yang mengaitkan Hercules dengan premanisme. Pasca pernyerangan itu, kelompok Hercules kata Anton terus berkembang. Wilayah kekuasaanya tak lagi sebatas Tanah Abang.

Selain jaringannya yang meluas, Anton menilai Hercules kini mulai terlibat aktif dengan kegiatan politik melalui GRIB. Apalagi GRIB merupakan organisasi underbow Gerindra. Anton yakin kedekatan Prabowo dan Hercules saat bertugas di Timor-Timur menjadi salah satu alasan Hercules aktif di GRIB. “Mungkin dia memang target jadi anggota DPR, agar bisa membuat kebijakan tentang urbanisasi untuk mengurangi pengangguran.”

Kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Meliala mengatakan tindakan Hercules aktif di organisasi sosial tak bisa dipercaya begitu saja. Dia menilai sumbangan yang diberikan Hercules bisa saja merupakan praktek pencucian uang. “Dia dapat uang dari mana dan masuk kantong lain sesungguhnya interpretasinya banyak.”

Adrianus juga menilai keaktivas Hercules di GRIB bisa saja memang sudah diperhitungkan untuk memperluas pengaruh. Adrianus menyebut Hercules tengah memainkan politik dua muka. Dia berharap publik tak begitu saja percaya pada Hercules apalagi sampai mendorong pemimpin preman ini untuk jadi anggota DPR. “Kalau dia masuk politik, bisa kacau negara ini.”

IRA GUSLINA SUFA


Berita Populer
Inilah Asal-usul Julukan Hercules 

Hukum Pemilik Vila Liar, 10 Tahun Penjara  

Kantor Tempo Diserang

Hercules, dari Dili ke Tanah Abang 

Rizal Mallarangeng Ogah Vilanya Dibongkar

Vila Liar, Rizal Tak Gentar Dipenjara 10 Tahun 

Ahok Ancam Perokok Tak Bisa Berobat Gratis

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
setiap orang mempunyai hak untuk dipilih dan memilih, kecuali ada pelarangan
0
2
positif thinking aja bro.. kalau preman lebih baik kenapa tidak? daripada para maling berdasi yang bisa nya nyusahin rakyat.
Wajib Baca!
X