Kawasan wisata Asiatique The Riverfront tepi Sungai Chao Phraya, Bangkok, Thailand. TEMPO/Sunudyantoro

Kawasan wisata Asiatique The Riverfront tepi Sungai Chao Phraya, Bangkok, Thailand. TEMPO/Sunudyantoro

Seribu Tiga di Jantung Bangkok

TEMPO.CO , Jakarta:Surga belanja Bangkok ada di Kawasan Pathumwan. Ini lebih mirip kawasan Soedirman-Tamrin di Jakarta. Tak jauh dari sini, berdiri stadion nasional Thailand. Di sepanjang Jalan Rama 1 yang melintas kawasan Pathumwan ini, dilayani sistem transportasi umum yang cukup keren, Bangkok Mass Transit Systems atau orang Bangkok menyingkatnya BTS. Ini merupakan sistem transportasi umum menggunakan kereta api yang melayang di atas jalan raya.

Persis di kawasan ini, berdiri stasiun besar National Stadium. Keluar dari stasiun ini, orang bisa berjalan melalu tangga penyeberangan, menuju ke sejumlah pusat belanja. Lewat jembatan penyeberangan yang berhampiran dengan stasiun National Stadium, orang bisa berpindah belanja dari pusat perbelanjaan MBK, menuju pusat belanja Siam Center. MBK rupanya merupakan ringkasan dari Mahbungkrong, nama kawasan di Bangkok. Dari Siam Center, orang bisa terhubung ke kawasan belanja lain Siam Square, Siam Center, Siam Discovery, dan Siam Paragon.

Rabu dan Kamis dua pekan lalu, saya mengubek-ubek kawasan ini. Di MBK, aneka suvenir mulai dari gantungan kunci, patung Buddha, plakat, gelas, keramik, hingga aneka kain dan baju khas Thailand dijual. Menurut saya, harga di sana mirip-mirip dengan harga barang di Pasar Tanah Abang Jakarta. Tempat ini rupanya disukai para pelancong dari Jakarta untuk belanja. Setidaknya, pedagang di sana tak segan berteriak menawarkan dagannnya, “Baju, baju, baju....”

Yang bikin saya tersentak adalah ketika saya tawar menawar harga untuk sejumlah suvenir. Semula kami bicara dengan bahasa Inggris. Si pedagang rajin mempromosikan barang dagangannya, tentu dengan bahasa Inggris. Begitu dia tahu saya dari Indonesia, ia langsung omong, “Ini seribu tiga. (Tapi kalo beli) dua tujuh lima puluh (tujuh ratus lima puluh baht).”

Yang mengesankan, belanja di Siam Center. Orang datang ke sana tak hanya untuk belanja. Tapi juga untuk menikmati karya senin. Desain gerai juga banyak yang dapat sentuhan seni instalasi kontemporer. Sejumlah karya foto dan seni rupa juga menghias di lorong yang memisahkan gerai. “Ini tempat belanja sekaligus ruang buat memajang gagasan dan karya,” kata Asisten Direktur Pelaksan Supremo Co yang mengelola Siam Center.

Siam Center membidik pangsa anak muda, dan kelas menengah ke atas. Sedangkan Siam Paragon menjual barang-barang sekelas Pondok Indah Mall atau Gandaria City Jakarta. Dari Siam Center, dengan melintas lorong penghubung, pengunjung bisa menuju Siam Discovery. Pada lantai enam bangunan ini, ada museum Madame Tussaud Bangkok. Dengan ongkos 800 baht  atau hampir Rp 300 ribu, pengunjung bisa menikmati patung lilin banyak tokoh dunia. Mulai dari tokoh bidang politik, sains, olahraga, hingga selebritas.

Yang membuat saya bangga, begitu masuk gerbang museum, saya langsung menatap wajah tersenyum cerah Presiden Sukarno.

SUNUDYANTORO(BANGKOK)