Kopassus Bantah Anggotanya Ikut Serang LP Sleman

Kopassus Bantah Anggotanya Ikut Serang LP Sleman

Petugas Brimob bersenjata laras panjang berjaga di depan Lapas IIB Cebongan, kabupaten Sleman, Yogyakarta (23/3). Segerombolan orang bersenjata laras panjang telah menyerbu Lapas Cebongan dan membunuh 4 orang tersangka pembunuhan Sertu Santoso. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Sukoharjo - Komando Pasukan Khusus Grup 2 Kandang Menjangan Sukoharjo belum bisa berkomentar terkait kejadian penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. Mereka mengatakan, seluruh anggota Kopassus berada di dalam kesatuan saat kejadian.

"Kami belum bisa mengomentari kejadian itu," kata Kepala Seksi Intel Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto, saat ditemui, Sabtu, 23 Maret 2013. Dia memastikan, pada saat kejadian penyerangan yang mengakibatkan empat orang tewas dan dua sipir luka-luka tersebut, tidak ada anggota yang keluar dari markas.

Dia menerangkan bahwa markas Kopassus Kandang Menjangan terdiri dari tiga batalion. Jumlah anggota yang berada di markas sekitar 800 orang. "Hanya ada satu pintu keluar," katanya.

Dia menjamin kegiatan keluar-masuk anggota bisa terpantau. "Setiap anggota yang keluar selalu tercatat," katanya. Setiap kali keluar, anggota Kopassus juga harus melampirkan izin dari atasan.

Menurut dia, seluruh anggota pada saat itu melakukan kegiatan konsinyir atau siaga di dalam markas. "Karena standar prosedur kegiatan kesatuan kita, pada malam hari kami melakukan kegiatan pengamanan di dalam pangkalan," kata Wahyu. (Baca: Akar Masalah Penyerbuan Terduga Kopassus ke Penjara)

AHMAD RAFIQ


Berita terpopuler lainnya:
Ingat, Laksanakan Earth Hour Nanti Malam
Emma Watson Difoto Topless

Prediksi Darius untuk Timnas Vs Arab Saudi

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Kandang menjangan mungkin nggak bertindak langsung sebagai eksekutor, bisa aja mereka meminta bantuan kandang kandang lainnya untuk melakukannya. Dengan alibi 800 anggota kandang menjangan nggak kemana-mana saat kejadian...kaleeeee
0
0
@Joko Wi, "Bentrokan terjadi antara 4 tersangka dg Sertu Santoso & beberapa kawannya. " pikir baik2 ya, 4 tersangka vs 4 TNI (katakanlah beberapa kawan itu 3 orang artinya 4 terhitung korban), mari kita berpikir logis saja, 4 vs 4 yg tewas hanya TNI nya saja, anda yakin dgn pengacara itu???????????? sya justru pikir begini dimana2 orang setelah membunuh (melakukan kejahatan) pasti takut, jgnkan membunuh, maling, ngerampok aja takut (takut di tangkap, takut di tembak, dll) nah satu2nya cara agar hukuman dia berkurang/diperingan dan aman yaitu membuat alibi (apalagi pelaku lain teman semua), tapi disini salahnya alibi mereka malah terkesan mengada2 seperti guyonan ala srimulat, 4 orang umum vs 4 TNI, yg tewas 1 anggota TNI, di pengadilan jg pasti ditertawakan dia.
0
0
yg lain sebelum komentar yg enggak2.. baca dulu ya ini ".. http://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/063469408/Drama-14-Jam-Serangan-Penjara-Cebongan-Sleman.." baca pelan2 ya biar jelas .. " 18.30. Sukamto mendapat informasi dari anak buahnya bahwa ada gerombolan sedang masuk ke Yogya terkait kasus pembunuhan anggota Kopassus....." yang artinya dari luar Yogya/DIY, umumnya orang ngatakan luar Yogya artiya luar Propinsi..dan kata gerombolan.... seharusnya jika ingin tahu lebih detail, tanyakan orang pemberi info tersebut, darimana dia peroleh info/data2 tersebut.... cek dari sana maka semuanya makin jelas...
0
0
ngeles
0
0
ngeles
Selanjutnya
Wajib Baca!
X