Elektabilitas Demokrat Tinggal 4,3 Persen

Elektabilitas Demokrat Tinggal 4,3 Persen

Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama pimpinan partai usai menggelar jumpa pers terkait persiapan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (21/3). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat keterpilihan Partai Demokrat terus terpuruk dibandingkan dengan hasil Pemilihan Umum 2009 lalu yang mencapai 20,85 persen. Menurut Lembaga Survei Nasional, tingkat elektabilitas Demokrat hanya sebesar 4,3 persen jika pemilu dilakukan pada hari ini.

"Suara Partai Demokrat terus merosot tajam," kata Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry, saat pemaparan hasil survei, Ahad, 24 Maret 2013.

LSN mengadakan survei pada 26 Februari-15 Maret 2013 di 33 provinsi dengan jumlah responden sebanyak 1.230 orang. Survei dilakukan dengan metode teknik pencuplikan rambang berjenjang dan proporsional terhadap jumlah penduduk di setiap provinsi.

Simpangan kesalahan survei sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka serta berpedoman pada kuesioner. Survei ini dilengkapi dengan wawancara mendalam dan analisis media.

Umar menjelaskan ada sejumlah faktor yang menyebabkan Demokrat mendapatkan sentimen negatif. Pertama, kinerja pemerintah dianggap stagnan dan tidak mengubah apa pun. Publik hanya menganggap kinerja pemerintah positif dalam bidang kesehatan dan pendidikan. "Untuk sektor lain publik memberi nilai merah," kata Umar.

Faktor kedua adalah persepsi publik bahwa Demokrat merupakan partai korup. Menurut dia, sebanyak 70,4 persen publik tetap beranggapan Partai Demokrat sebagai partai terkorup. "Persepsi ini terus menguat," kata dia.

Umar menjelaskan sentimen publik terhadap sebagian besar partai koalisi. Menurut hasil survei, tingkat elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera hanya 4,6 persen, Partai Amanat Nasional 4,1 persen, PKB 4,1 persen, dan Partai Persatuan Pembangunan 3,4 persen. "Publik menilai partai koalisi cenderung konservatif dan antiperubahan," kata dia.

WAYAN AGUS PURNOMO

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
PENGMATAN DARI USA; Allah memerintahkan QS 4;75, untuk membela klompok Monoritas (klompok lemah )dari penindasan dan pembunuhan.Pemerintah yang berkuasa yang tidak membela HAK mereka,maka mereka adalah klompok Syaitan yg terkutuk. Partai2 yang berkuasa tidak membela hak2 klompok Minoritas seperti Ahmadiyah, Syiah dll ( HAM ) dari penindasan klompok Radikal Muslim akan dikutuk oleh ALLAH. Ternyata benar dan terbukti kutukan ALLAH kpd Partai PD, dan PKS popularitasnya menurun. Dan oknum2 Partai yg berkuasa melakukan perbuatan terhina, korupsi.Perbuatan Korupsi adalah perbuatan SYAITAN yang sangat merugikan Rakyat. Kita mintak uang rampasan korupsi itu di gunakan untuk membiayai anak2 jalanan yang tifak dapat menikmati sekolah karena orang tuanya yang MISKIN. Semoga ALLAH mengampuni bangsa Indonesia ini dari perbuatan2 manusia syaitan yang terkutuk. Berlajarlan kepada bangsa JAPAN yang SUKSES memperkecil perbuatan KORUPSI dengan SISTEM BONUS. menjadikan perkerja atau pegawai yang manusiawi,bukan sapi parahan.Lanjutkan di website ini; SISTEM BONUS JAPAN. http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/japaness-bonus.html
0
0
Lalu kemerosotan ini apakah karena Anas? Mungkin para sengkuni akan berpendapat begitu untuk disampaikan kepada bos besar. Mereka semua akan cuci tangan dan kaki, siap akan bobo.
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X