indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman

Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman

Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta -- Sebanyak 31 tahanan yang berada di Blok A5 (Anggrek Nomor 5) di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Kabupaten Sleman mengalami trauma. Mereka termangu setelah menyaksikan penembakan empat tahanan, teman satu sel mereka, oleh kawanan bersenjata pada Sabtu dinihari lalu.

"Mereka shocked. Ada yang diam, terlihat melamun, penuh tanda tanya apa yang telah terjadi," kata Kepala Lapas Cebongan, B. Sukamto, saat ditemui di Lapas Cebongan, Ahad, 24 Maret 2013.

Empat tahanan yang ditembak mati adalah Hendrik Angel Sahetapy, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Yuan Manbait, dan Gamaliel Yemitarto Rohi Riwu. Keempatnya merupakan tahanan titipan dari Kepolisian Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Korban penembakan di dalam sel ini merupakan tersangka kasus penusukan anggota TNI Angkatan Darat Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, Sersan Satu Santoso, di Hugo’s Cafe di Jalan Adisutjipto Kilometer 8,5, Kabupaten Sleman, pada 19 Maret lalu. Santoso tewas dengan luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri. Kematian Santoso inilah yang memicu horor pada dinihari itu.

Saat penembakan terjadi, ada 35 orang berstatus tahanan yang berada di dalam ruang sel tersebut. Empat tersangka pengeroyokan Santoso itu disuruh berkumpul, lalu ditembak oleh salah seorang dari kawanan itu. Begitu cepat, hanya lima menit, lalu para pelaku meninggalkan sel.

Ketakutan juga dirasakan oleh sepuluh sipir yang berjaga saat peristiwa penembakan terjadi. Menurut salah seorang sipir yang berjaga malam itu, Supratikno, delapan sipir terluka karena dianiaya oleh kawanan bersenjata itu dengan pukulan tangan hingga dipopor senapan.

Sukamto mengatakan, untuk penyembuhan mental para tahanan dan sipir itu, ia mengumpulkan tahanan tersebut pada Sabtu pagi seusai insiden. "Kami yakinkan, kejadian serupa tak akan terjadi lagi. Keamanan mereka kami jamin," ujarnya.

Upaya lainnya, Sukamto menambahkan, para sipir dan tahanan itu mendapatkan pendampingan psikolog, psikiater, dan siraman rohani dari tokoh agama. "Sipir yang berjaga kami liburkan sehari. Kami ganti dengan regu lainnya," kata Sukamto. Cara ini setidaknya ampuh meredakan ketegangan dan mengurangi kecemasan keluarga. Simak penyerangan penjara Sleman di sini.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Berita terkait:

Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman
Penyerbuan LP Cebongan Bermula dari Saling Pandang

Ini Kronologi Penyerbuan Cebongan Versi Kontras

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
1
Setuju banget tuh ... Mending operasi-operasi seperti ini terus di tingkatkan .. terutama untuk membunuh para penjahat dan para koruptor ... karena negara sudah tidak lagi bisa mengadili para koruptor dan penjahat ... Para koruptor justru menjadi alat untuk segelintir orang agar mendapat cepretan uang hasil korupsinya ... Ane setuju banget dengan penyerangan ini ... Karena hukum sudah abu-abu di negara ini...
21
3
Operasi ekor kuda seharusnya dilakukan untuk bela negara, bukan aksi "pengecut" bantai orang nggak berdaya
21
3
YA itu sangat mengerikan sekali... itu horor yang real. Dimana sekawanan orang bertutup kepala dengan senjata ditangan langsung menghujani pelurunya ke arah orang2 yang tidak tau akan pembalasan dendam atas diri mereka, mereka di deret peluru2 panas itu dengan disaksikan secara nyata oleh teman2nya yang ada di TKP tsb... menakutkan, mengerikan, dan mengenaskan... seolah mereka siap menerima hujan peluru dari sekawanan org yang lagi beringas itu. Oh my God...
Wajib Baca!
X