indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mahasiswa NTT Resah PascaInsiden LP Sleman

Mahasiswa NTT Resah PascaInsiden LP Sleman

Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di
Yogyakarta ketakutan pasca-penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan, Cebongan, Sleman.

Nurlaila Usman, sepupu Adrianus Candra Galaga atau Dedi, mengatakan mahasiswa NTT akhir-akhir ini sering mendapat teror melalui pesan singkat. "Kami trauma. Ada teror lewat SMS sehingga beberapa teman tidak berani keluar," kata dia di RSUP Dr. Sardjito, Minggu, 24 Maret 2013.

Nurlaila, yang tinggal tidak jauh dari lokasi rumah sakit, Minggu pagi datang untuk mengurus pengiriman jenazah saudaranya. Ia berembuk bersama sejumlah keluarga dan kerabat tiga korban yang lain. Salah satu warga NTT yang enggan disebut namanya mengatakan muncul
pesan singkat tentang ancaman warga NTT akan di-sweeping. "Bunyi SMS-nya adalah tolong jangan keluar malam karena ada sweeping," katanya. (Baca: Keraton Yogya Berang LP Sleman Diserbu)

SHINTA MAHARANI


Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


Berita Lainnya:

Apa Senjata Pelaku Penyerangan Lapas Sleman
Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan Dipertanyakan
Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman
Jenazah Korban Lapas Sleman Diterbangkan ke NTT
Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
6
29
Hayo siapa yang selama ini bikin resah masyarakat Jogja? Siapa yang suka main keroyok? Siapa yang suka makan di warung tidak mau bayar? Siapa yang suka mabuk-mabukan dan bikin onar? Siapa yang menyerang kampung Babarsari? Siapa yang suka sok jagoan? Setelah semua kejadian ini, kalian baru merasakan keresahan seperti keresahan kami warga Jogja melihat tingkah kalian selama ini.
Wajib Baca!
X